Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 2,7%

Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 2,7%
Jakarta, Obsessionnews.com – Pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2017 diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut diyakini pasca adanya perbaikan secara moderat. Hal ini diprediksikan Bank Dunia, di mana ekonomi global akan diprediksikan tumbuh 2,7%. Sementara itu pada tahun 2018 perekonomian akan diramalkan tumbuh pada 2,9 persen. Angka tersebut bercermin pada akan cepatnya pertumbuhan dalam perekonomian negara-negara berkembang. Di tahun 2017 ini ekonomi negara-negara berkembang akan tumbuh 4,2% dab 4,6% di tahun 2018. Nilai tersebut meningkat dari 3,4% pada  tahun 2016. Negara-negara berkembang tersebut memberikan kontribuksi 1,6% untuk pertumbuhan secara global di tahun 2017. (Baca : Uang Rupiah Tak Tampilkan Palu dan Arit, Tapi Efek Logo BI yang Dipotong). Sementara itu untuk pertumbuhan ekonomi China, Bank Dunia mempertahankan proyeksinya dengan nilai pertumbuhan 6,5 persen, sedangkan di tahun 2018 sebesar 6,3 persen. Namun di sisi lain, ekonom Bank Dunia memprediksikan ada perlambatan pada dua negara besar yaitu Brasil dan Rusia. Dikutip BBC pada Kamis (12/1/2017) Dana Moneter Internasional (IMF) malah menurunkan perkiraan ekonomi dunia. Laporan tersebut yakni ekonomi dunia IMF, World Economic Outlook. Pertumbuhan dunia sebesar 3,2% tahun ini dan 3,5% di tahun 2017. Ekonom IMF, Maurice Obstfeld, menggambarkan tingkat pertumbuhan "semakin mengecewakan". Penurunan tersebut dicakup pada semua kelompok ekonomi, yang akan membuat ekonomi dunia mudah terkena risiko negatifnya. Ini adalah kedua kalinya di tahun ini, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia. Penurunan terbesar dialami Nigeria yang terkena dampak penurunan harga minyak mentah dunia. Brasil, Rusia dan banyak negara lain juga diperkirakan akan mengalami kinerja yang lebih lemah dibandingkan perkiraaan sebelumnya. Meskipun demikian perkiraan India tidak berubah, dan bahkan terjadi kenaikan pertumbuhan bagi ekonomi Cina, mewakili kekuatan bidang jasa, menutupi perlambatan manufakturing. (Aprilia Rahapit) sumber 1