Rano Karno Bacakan 'Dedication of Life' di Depan Mega dan Jokowi

Jakarta, Obsessionnews.com - Dalam puncak peringatan hari ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-44 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/1/2017), salah satu rangkaian acara yang menjadi perhatian publik adalah pembacaan naskah Dedication of Life yang ditulis oleh Presiden Pertama RI Bung Karno. Rano Karno yang saat ini tengah mengikuti penyelenggaraan pemilihan gubernur Banten dipercaya untuk membacakan Dedication of Life ini di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi, serta Wapres Jusuf Kala yang turut diundang hadir. Saat pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne PDI Perjuangan pada pukul 10.00 WIB, dengan mengenakan kemeja merah berlambang PDI Perjuangan, kopiah menutup bagian kepala serta mengenakan kaca mata hitam Rano dipersilahkan maju ke podium utama. Presiden Jokowi pernah membacakan Dedication of Life ini di hadapan Megawati beberapa tahun lalu. Rano sendiri mengaku sangat terhormat mendapat kepercayaan ini. Sosok Bung Karno yang dikaguminya itu disebutnya sebagai inspirasi dan api semangat dalam mengisi kemerdekaan. "Bung Karno adalah Bapak Bangsa. Melalui Dedication of Life kita bisa merasakan api perjuangan yang tak pernah padam. Bung Karno telah mewariskan pesan dan hikmah yang menggetarkan," katanya. Dedication of Life telah berulang disampaikan Bung Karno dalam berbagai pertemuan secara lisan. Namun kata-kata dalam Dedication of Life secara tertulis baru dilakukan Bung Karno pada tahun 1966. Bung Karno menulis Dedication of Life sebagai bentuk komitmennya dalam mengabdi kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air. Berikut adalah Dedication of Life yang dituliskan Bung Karno pada 1966: Saya adalah manusia biasa Saya, dus, tidak sempurna Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa Itulah dedicaiton of life-ku Jiwa pengabdian inilah jadi falsafah hidupku Saya nikmati dan jadi bekal hidupku Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini Saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat Soekarno, 10 September 1966. (Has)





























