Jokowi dan Tradisi Baru Istana Bogor

Jokowi dan Tradisi Baru Istana Bogor
[quote font="trebuchet" font_size="20" bgcolor="#" color="#" bcolor="#" arrow="no"]“Sidang kabinet spesial dengan hidangan makanan kaki lima. Ada nasi goreng, bakso, taoge goreng. Enak, murah meriah –Jkw,” kicau Jokowi melalui akun Twitternya, @jokowi, Rabu (4/1).[/quote] Bogor, Obsessionnews.com - Mengawali tahun baru, Presiden Jokowi menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1/2017). Mantan Walikota Solo itu, mengatakan sidang kabinet paripurna membahas fokus pemerataan yang harus dijalankan oleh setiap pembantunya. Ada yang menarik di Istana Kepresidenan, Bogor, kali ini. Biasanya apabila ada acara di Istana Kepresidenan, makan siang yang disuguhkan yakni makanan katering yang tersaji di meja yang tersusun rapi. Namun, kali ini, makan siang disuguhkan kepada menterinya seperti sedang memesan di pinggir jalan, yakni nasi goreng, sate maranggi, mie hingga sate ayam. Wartawan Kepresidenan dan ajudan menteri juga mendapatkan suguhan makan siang sama. “Sidang kabinet spesial dengan hidangan makanan kaki lima. Ada nasi goreng, bakso, taoge goreng. Enak, murah meriah –Jkw,” kicau Jokowi melalui akun Twitternya, @jokowi, Rabu (4/1). Jasa para pedagang dipesan pihak Istana sehari sebelumnya. Pagi menjelang siang hari para pedagang mulai mendorong gerobaknya dengan senyum menyungging. Baju batik lengan panjang dikenakannya dengan rapi. Mereka menuju beranda Istana yang sudah tertata meja makan bundar. Bergegas mereka berjalan sehingga hanya tersenyum ketika difoto dan ditanyai. [caption id="attachment_172594" align="alignnone" width="640"] Presiden Jokowi memberikan arahan dalam sidang kabinet di Istana Bogor, Rabu (4/1/2016).[/caption] "Makanannya semua dipilih oleh Presiden. Jadi semua makanan angkringan di seluruh Bogor hari ini dikumpulkan oleh Bapak Presiden, mulai nasi goreng yang paling enak, sate kambing, sate maranggi, mie, kemudian macam-macam. Makanannya luar biasa, terima kasih," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan, seluruh menteri dan jajaran sangat senang dengan jamuan makanan kaki lima yang diberikan orang nomor satu di Indonesia itu. Dan hal tersebut dinilai sebagai tradisi yang baik dan harus dilestarikan. "Ada nasi goreng gerobak, sate daging Purwakarta, tahu sumedang, ronde, mi rebus, dan lain-lian. Maknyos ya rasanya," kata Imam. Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakiri mengaku senang dengan jamuan ala Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna ini. Bahkan, ungkap dia, banyak menteri yang nambah dengan makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima di Bogor tersebut. "Enak dan tentu saja menyenangkan. Beberapa menteri saya lihat nambah," ucapnya. “Tanpa Kekhawatiran” Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia. Istana Bogor dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran". Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris. Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, bangunan ini mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m². Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat. Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19. Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968 Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang. Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation), dan di sana diterbitkanlah Deklarasi Bogor. Pada 16 Agustus 2002, pada masa pemerintahan Presiden Megawati, diadakan acara "Semarak Kemerdekaan" untuk memperingati HUT RI yang ke-57, dan dimeriahkan dengan tampilnya Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS Pada 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor. Pada 20 November 2006 Presiden Amerika Serikat George W. Bush melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Istana Bogor dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Istana Bogor mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan faunanya. Salah satunya adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang. Saat ini sudah menjadi trend warga Bogor dan sekitarnya setiap hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya berjalan-jalan di seputaran Istana Bogor sambil memberi makan rusa-rusa indah yang hidup di halaman Istana Bogor dengan wortel yang diperoleh dari petani-petani tradisional warga Bogor yang selalu siap sedia menjajakan wortel-wortel tersebut setiap hari libur. Walaupun berbagai kegiatan kenegaraan sudah jarang dilakukan lagi, khalayak umum diperbolehkan mengunjungi secara rombongan, dengan sebelumnya meminta izin ke Sekretaris Negara, c.q. Kepala Rumah Tangga Kepresidenan. Sebelumnya Istana Bogor dilengkapi dengan sebuah kebun besar, yang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor namun sesuai dengan kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan akan tanaman tropis, Kebun Raya Bogor dilepas dari naungan istana pada tahun 1817. Istana Bogor mempunyai bangunan induk dengan sayap kiri serta kanan. Keseluruhan kompleks istana mencapai luas 1,5 hektare. Bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara. Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing. Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung. Pada tahun 1964 dibangun khusus bangunan yang dikenal dengan nama Dyah Bayurini sebagai ruang peristirahatan presiden dan keluarganya, bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah. (Has)