Azyumardi Azra: Subuh Berjamaah Baik Untuk Indonesia

Azyumardi Azra: Subuh Berjamaah Baik Untuk Indonesia
Jakarta, Obsessionnews.com– Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra, menilai gerakan nasional ‘Subuh Berjamaah’ sebagai langkah positif bagi kemaslahatan bangsa dan negara ini ke depan. Terlebih umara (pemerintah) dan ulama berkumpul dengan menggunakan simbol-simbol kebangsaan sekaligus keislaman. “Kita lihat dalam acara subuh berjamaah itu, Aher (Ahmad Heryawan), Aa Gym, Kapolri, dan lainnya mengikat kepalanya berwarna merah-putih. Itu melambangkan integrasi antara keindonesiaan dan keislaman,” ujar Azra di Jakarta, Senin (12/12/2016). Menurutnya, semakin banyak pejabat yang ikut acara-acara keumatan justru baik untuk Indonesia. Kebersamaan umara dan ulama seharusnya sering dilakukan untuk menciptakan saling pengertian antara umara dan ulama. “Jika ini terus diciptakan, saya kira akan bagus untuk bangsa ini ke depan,” sambung mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. Konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah, lanjut Azra, sering terjadi karena umara dan ulama tidak memiliki hubungan yang baik. Azra menilai gerakan nasional ‘Subuh Berjamaah’ ini murni acara keagamaan. Hal itu berbeda dengan gerakan umat Islam pada 4 November (411) dan 2 Desember (212) lalu yang dinilainya berbau politik. “Saya tidak melihat adanya isu politik dalam gerakan nasional ini. Jelas ini murni kegiatan keagamaan,” tegas Azra. Komentar Azra ini menanggapi Gerakan Nasional Subuh Berjamaah yang dipusatkan di Masjid Pusdai Jl Diponegoro 63 Bandung, Jawa Barat. Usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah, acara dilanjutkan dengan taushiyah oleh perwakilan pemerintah dan ulama. Acara itu diinisiasi Pondok Pesantren Daarut Tauhid, sekaligus untuk memperingati Milad lembaga yang dipimpin KH Abdullah Gymnastiar. Gerakan Nasional Subuh Berjamaah serentak dilakukan umat Islam di seluruh tanah air pada hari ini, Senin (12/12/2016). Gerakan ini juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Selain di Bandung, gerakan nasional ini juga dilakukan di masjid-masjid lainnya. Di antaranya adalah Masjid Sunda Kelapa (Jakarta Pusat), Masjid Al Hikmah (Kebayoran Lama-Jakarta Selatan), Mushala Baiturrahim (Kelapa Dua Wetan-Jakarta Timur), Masjid Agung Bangka (Bangka Belitung), Komplek Masjid Jogokariyan (Yogyakarta), Islamic Center (Bekasi), Masjid Balai Kota Depok (Depok), Masjid Agung Medan (Medan), Masjid Al Manar (Ponorogo), Masjid Muhammadiyah-Kepatihan Kulon (Surakarta), serta Masjid Al Muttaqin dan Masjid An-Nabawi Banjar Wijaya (Tangerang). (Fath)