Bebas Narkoba Impian HAM Anak

Bogor, Obsessionnews.com - Indonesia belum terbebas dari narkoba. Masih banyak generasi muda terjebak dengan barang haram tersebut. Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ke-68, Rabu (0/12/2016), Duta Narkoba Natasha Dematra mengatakan Hak Asasi Manusia (ham) setiap anak adalah untuk hidup di lingkungan bebas narkoba. "Generasi penerus bangsa harus berani untuk melawan narkoba," ucap Natasha dalam seminar ’Penggiat Anti Narkorba' di Balai Kota Bogor. Ini merupakan tugas para guru, orangtua dan khususnya pemerintah untuk menyediakan lingkungan yang aman, tenteram dan bebas narkoba bagi anak-anak Indonesia. Natasha Dematra melanjutkan, bahaya narkoba di generasi muda sudah terlalu parah. Anak-anak bukan hanya menjadi pemakai, namun juga pengedar narkoba di sekolah. Orangngtua dan guru adalah pintu pertama anak-anak untuk mengenalkan bahaya narkoba dengan benar. Pengawasan yang kuat merupakan faktor yang dapat membantu pencegahan penyebaran narkoba. "Anak-anak harus diberitahukan sedini mungkin akan bahaya narkoba karena status Indonesia saat ini darurat narkoba,” ungkap gadis berusia 18 tahun ini. Natasha mengingatkan dari kutipan Presiden Joko Widodo pada 6 Desember lalu yang menyatakan bahwa Indonesia perang melawan narkoba. Upaya yang dapat dilakukan untuk memerangi narkoba adalah dengan menugaskan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di setiap sekolah. Ini bertujuan untuk memonitor penyebaran narkoba lewat CCTV-CCTV di sekolah. Cara ini, ungkapnya, diharapkan dapat mengurangi ruang gerak pengedar narkoba yang saat ini telah menyasar kepada kalangan anak muda. Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa Bogor merupakan kota kedua setelah Bandung yang marak akan narkoba. Berdasarkan data, 1,2 juta orang terjerat narkoba di Bogor. Lebih dari 70 penghuni Lapas di Bogor adalah karena kasus penggunaan narkoba. “Ini merupakan hal yang sangat serius,” katanya. Ia mengaku setiap hari Senin selalu mengunjungi sekolah-sekolah dan memberikan pengertian akan bahaya narkoba. Selain itu menunjukkan fakta kepada siswa agar jangan memilih masa depan yang suram karena narkoba. (Popi Rahim)





























