Ini Arahan Jokowi Soal Peningkatan Produksi Pertanian

[quote font="trebuchet" font_size="30" bgcolor="#" color="#" bcolor="#" arrow="no"]Presiden Jokowi mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian. [/quote] Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas dengan melibatkan sejumlah menteri terkait di kantor Presiden Jakarta, Selasa (6/12/2016). Dalam arahannya Presiden Jokowi mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian. Cara yang bisa dilakukan melalui pengembangan sumber-sumber air, peningkatan alat-alat pertanian serta meningkatkan akses permodalan bagi petani malalui kredit usaha rakyat (KUR). "Saya kira nanti pak menteri desa, juga dana desa itu bisa diarahkan ke pembangunan kantong-kantong air atau embung, di Kementerian PUPR juga sama dengan kemasan yang berbeda, di Kementan juga dilakukan hal yang sama. Saya kira, saya yakin produksi akan meningkat lagi," kata Jokowi dengan optimis. Presiden Jokowi mengaku mendapatkan laporan bahwa saat ini terdapat luas tanah pertanian sebesar 36,8 juta hektare, dan lahan tidur mencapai luas 11,7 juta hektare yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maskimal. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta pemerintah harus fokus mengatasi masalah sarana dan prasarana pertanian. "Sebagai contoh ada luas persawahan 8,1 juta hektare namun baru 4,1 yang diairi irigasi itupun masih perlu dilakukan perbaikan dan normalisasi," ungkap Jokowi. Presiden juga mengingatkan bahwa masih ada 4 juta hektare lahan persawahan yang belum terairi oleh irigasi, juga masih terdapat 5,02 juta hektare ladang dan 12,01 juta hektare kebun yang perlu dibuatkan kantong air atau embung agar bisa menanam dua kali dalam setahun. Dengan cara itu, lahan pertanian yang ada bisa dioptimalisasi, sehungga dapat meningkatkan produksi pertanain agar swasembada pangan dapat tercapai. "Tidak ada pilihan lain kecuali kita kembangkan sumber-sumber air seperti normalisasi sungai, perbaikan saluran irigasi primer dan sekuder serta membangun kantong-kantong air atau embung-embung," terang Presiden. Selain itu, untuk peningkatan produksi pertanian Presiden Jokowi juga minta pengembangan alat mesin pertanian. Menurut Presiden kebutuhan ak alat mesin pertanian akan meningkat sejalan dengan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan baru. Jokowi mengatakan sejak 2015 pemerintah telah mengubah fokus anggaran Kementan untuk belanja sarana dan prasarana yakni pada kisaran 60 persen. Sedangkan dalam RAPBN 2017 nantinya telah belanja sarana dan prasarana pertanian sebesar 70 persen dari total anggaran yang ada di Kementan atau senilai kurang lebih Rp 16,6 triliun. Sedangkan untuk meningkatkan akses pemodalan petani melalui skema KUR, Presiden Jokowi minta dibuatkan skema untuk alokasi kredit disektor pertanian yang didadasarkan karakteristik komoditas yang menjadi prioritas, karena Presiden melihat skema yang ada sekrang masih bersifat umum. "Satu lagi yang tidak kalah penting, saya juga ingin agar koperasi-koperasi di desa-desa digiatkan, difokuskan untuk menyalurkan KUR bagi sektor pertanian," imbuhnya. (Has)





























