Jokowi: Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi sebagai Ketua Dewan Ketahanan Pangan Nasional menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) kepada figur-figur berprestasi dalam pembangunan ketahanan pangan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/11/2016). Penghargaan APN pada tahun 2016 ini diberikan kepada 73 penerima penghargaan yang terdiri dari 5 kategori, yaitu Pelopor Ketahanan Pangan, Pemangku Ketahanan Pangan, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pelayanan Ketahanan Pangan dan Pembina Ketahanan Pangan. Presiden Jokowi mengharapkan para tokoh penerima penghargaan ini bisa menularkan ilmunya supaya menginspirasi yang lain agar semua rakyat semua produktif. Sedangkan bagi para pemangku kepentingan diharapkan pula untuk tidak berhenti berkarya untuk bangsa. "Kita punya peluang untuk jadi lumbung pangan duni,a tapi semua harus lari maraton, tidak bisa hanya lari biasa saja. Saya senang pelopor bisa tularkan menginspirasi lain agar semua bekerja agar rakyat semua produktif," ujar Jokowi dalam sambutannya. Jokowi mengungkapkan dirinya tengah menyiapkan lahan seluas 9 juta hektar untuk para petani, namun hal itu belum dapat dibagikan karena harus menyiapkan skema pembagian yang berkeadilan. Presiden khawatir kalau tidak ada sistem yang baik, petani bisa menyalahgunakan lahan yang diberikan. "Saya belum bagi karena ingin tahu sistemnya benar dan diberikan itu nanti bisa berproduksi. Ini yang sampai sekarang belum ketemu jurusnya. Jadi saya stop dulu, jangan dulu diberikan sebelum punya skema yang benar," tukas Presiden. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penerima penghargaan ini, karena telah berperan besar dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional hingga akhirnya mereka dipilih sebagai penerima penghargaan untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. "Penerima ini harus bangga karena bisa bertemu langsung dengan Jokowi di Istana. Bapak-ibu mereka ini merupakan tokoh-tokoh yang diusulkan berdasarkan proses yang berjenjang," kata Amran. Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi upaya dan prestasi luar biasa yang dicapai perseorangan atau kelompok dalam rangka perwujudan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan pada berbagai tingkatan dan jenis usaha. Tujuan pemberian penghargaan untuk menumbuhkan dan mendorong semangat kreativitas serta partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dan memotivasi dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di daerah. Penghargaan APN sudah dilaksanakan sejak tahun 1979, yaitu melalui Perlombaan Intensifikasi Pertanian, dan terus disempurnakan sesuai dengan kondisi dan perkembangan zaman, khususnya di bidang ketahanan pangan. Penghargaan yang dikoordinasikan oleh Dewan Ketahanan Pangan ini merupakan penghargaan prestige, karena untuk memperolehnya melalui proses panjang mulai dari verifikasi di tingkat kabupaten, terus di provinsi sampai ke tingkat pusat. Tim verifikasi melibatkan Tim Independen dari berbagai profesi seperti akademisi, organisasi masyarakat, media dan lain-lain. 73 (tujuh puluh tiga) penerima penghargaan APN terbagi dalam 5 (lima) kategori sebagai berikut : 1. Pelopor Ketahanan pangan sebanyak 5 penerima dengan kriteria perseorangan (bukan tokoh organisasi formal) yang merintis usaha baru (inovasi) dalam pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya financial, sumber daya tekhnologi dan sumber daya sosial di daerah/wilayahnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan. 2. Pemangku Ketahanan pangan sebanyak 3 penerima, yaitu perseorangan yang menjadi tokoh masyarakat setempat/ adat (bukan PNS/pejabat pemerintah, bukan isteri/suami pejabat pemerintah), mempunyai pengaruh besar, kharisma dan berhasil menggerakkan masyarakat untuk melestarikan dan memperbaiki adat dan budaya lokal (local wisdom) dalam melaksanakan pemberdayaan, penguatan ekonomi dan pengelolaan lingkungan guna mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan. 3. Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan sebanyak 30 penerima, terdiri dari : 10 kelompok/gabungan kelompok pelaku produksi pangan;9 kelompok/gabungan kelompok pelaku pemberdayaan masyarakat;dan 11 kelompok pelaku pengembangan pangan olahan/ perakitan tekhnologi pangan yang berhasil mengelola kegiatan produksi pangan/pemberdayaan masyarakat/ pengembangan industri pangan olahan/ perakitan teknologi pangan dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan. 4. Pelayanan Ketahanan Pangan, sebanyak 17 penerima terdiri dari : 8 orang penyuluh/pendamping;3 orang peneliti;6 pengawas/medik veteriner dan pengendali organisme pengganggu tanaman (popt) yang berprestasi dan aktif memberikan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan ketahanan pangan di wilayahnya yang melampaui tugas pokoknya dan/atau prestasi luar biasa. 5. Pembina Ketahanan Pangan sebanyak 18 penerima terdiri dari : 3 Gubernur;5 Bupati/ Walikota dan 10 Kepala Desa/Lurah yang berhasil menggerakkan perangkat daerah dan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan, kerawanan pangan, gizi buruk, dan meningkatkan produksi pangan serta mempercepat diversifikasi pangan dalam mewujudkan kedaultan, kemandirian dan ketahanan pangan. (Has) Area lampiran





























