Perempuan Muslim WNI di AS Takut Trump

Amerika - Saat berkampanye beberapa bulan lalu, Donald Trump telah melontarkan beragam pernyataan mengenai umat muslim, termasuk pemantauan terhadap masjid-masjid di AS, pengawasan kepada umat Islam, dan upaya terpadu agar kaum muslim tidak memasuki Amerika Serikat. Lily, seorang orang tua tunggal di Boston, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran akan keselamatan diri dan kedua anaknya manakala Donald Trump menduduki kursi kepresidenan AS beberapa bulan mendatang. Dia mengisahkan bagaimana pelecehan terhadap dirinya terjadi sejak Donald Trump mulai berkampanye beberapa waktu lalu. "Saat saya sedang menyetir mobil di jalan tol, ada dua pengendara motor besar yang mengapit kendaraan kami. Mereka melihat saya berhijab, lalu mereka melaju ke depan mobil seperti menghalang-halangi, lalu mengacungkan jari tengah," kata Lily seperti dilansir BBC. Pelecehan seperti itu membuat Lily dan sesama perempuan muslim di daerah tempat tinggalnya sepakat untuk saling menguatkan. "Saya agak khawatir. Makanya tadi pagi di masjid dekat rumah saya, ada ibu-ibu berkumpul untuk mendukung satu sama lain. Imam di masjid juga mengimbau kepada kami untuk tidak 'mencari gara-gara'. Lalu kalau ada perdebatan yang memanas, tinggalkan saja. Kemudian upayakan untuk tidak terlalu kelihatan," tutur Lily. Saat ini, Lily masih menunggu saatnya Donald Trump secara resmi menjabat presiden AS. Jika situasi memanas, Lily mempertimbangkan untuk pindah ke daerah lain, meski sekarang dia bermukim di Negara Bagian Massachussetts, yang notabene kantung kekuatan Partai Demokrat. "Masih ada beberapa bulan sampai Trump menjadi presiden. Kita lihat apakah kondusif. Apabila memburuk, saya mungkin pindah ke Negara Bagian California atau Kanada," kata Lily. Dalam pidato kemenangannya pada Rabu (9/11), presiden terpilih Donald Trump menyerukan kepada rakyat Amerika Serikat untuk bersatu padu. Dia juga berjanji untuk menjadi presiden bagi seluruh rakyat Amerika. "Saya berikrar kepada setiap warga dari tanah air kita bahwa saya akan menjadi presiden bagi setiap orang Amerika. Dan itu sangat penting bagi saya." (bbc.com)





























