Inilah Pendidikan PPRA yang Digelar Lemhannas

Jakarta - Pendidikan Lemhannas bertujuan untuk mempersiapkan kader kader pimpinan nasional. Oleh karena itu alumni Lemhannas harus bisa berpikir komprehensif, integral dan holistik. Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas di Unsoed baru 2 (dua) orang yaitu Prof Ir Totok Agung Dwi Haryanto (DH) MP PhD (Direktur Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah) dan drg Arwita Mulyawati MHKes (Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan/RSGMP Unsoed). Pada Rabu (9/11/2016), telah diselenggarakan upacara Wisuda dan Penutupan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LV Lembàga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Upacara dipimpin oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bertempat di Aula Sang Dwi Warna Gedung Pancagatra Lemhannas Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Peserta Pendidikan PPRA LV Lemhannas tahun 2016 ada 106 orang, termasuk dari 11 orang dari negara sahabat (Malaysia, Singapurà, Brunai Darussalam, Philippina, Timor Leste, PNG, Myanmar, Srilanka, Yordania). Para peserta PPRA LV adalah kader-kader pimpinan nasional yang merupakan pejabat setingkat Eselon II / perwira. Mereka berasal dari TNI (AD, AL, AU), Polri, Kementerian dan LPNK, BI, BNN, BKKBN, BPJS, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, KOPERTIS, partai politik, tokoh masyarakat, GEMA BUDI, dan Pemuda Katolik. Peserta dari TNI Polri dengan pangkat terendah Kolonel dan Kombes serta peserta dengan pangkat tertinggi yaitu brigjen, laksda, dan marsda. Pendidikan PPRA LV Lemhannas dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan, pada 5 April 2016 hingga 9 November 2016. Pendidikan PPRA LV Lemhannas dibagi dua bagian. Bagian pertama off campus 1,5 (satu setengah) bulan menggunakan teleconference. Bagian ke dua on campus sampai selesai.
Berikut Pendidikan PPRA LV Lemhannas (on campus) : Pertama, Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) selama 1 (satu) minggu ke 4 (empat) provinsi di Indomesia meliputi Malut, Bali, Banten, dan Lampung. Kedua, Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) selama 1 (satu) minggu ke 4 (empat) negara yaitu: India, Philipina, Kamboja, Thailand. Kunjungan untuk melakukan Studi Strategis Luar Negeri dapat memberikan wawasan global kepada peserta sehingga nantinya berguna untuk merumuskan kepentingan nasional. Dalam kesempatan kunjungan ke luar negeri, peserta akan melakukan pertemuan dan bertukar pandangan dengan mitra mereka di luar negeri mengenai isu-isu bilateral, regional dan multilateral, serta kebijakan luar negeri. Ketiga, Outbond di SPN LIDO Bogor 4 (empat) hari. Lemhanas RI menggelar outbond bagi peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LV Tahun 2016 yang dilaksanakan di Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Polri Lido Polda Metro Jaya, Suka Bumi, Jawa Barat. Kegiatan ini dibuka dengan upacara oleh Gubernur Lemhanas RI, Letjen Purn Agus Widjojo di lapangan kantor Lemhanas, Jakarta, Selasa (17/5/2016). "Saya berterima kasih kepada Kapolda Metro Jaya sebagai panitia PPAR angkatan 55 ini. Maksud dan tujuan outbond ini untuk memberikan pengalaman nyata, untuk membangun disiplin, dan solidaritas," kata Agus dalam pidatonya. Dia menghimbau kepada semua peserta untuk disiplin dalam mengikuti seluruh kegiatan outbond ini. Semangat dan kesungguhan peserta dituntut dalam kegiatan tersebut. “Saya berharap dalam latihan ini para peserta dapat menunjukkan semangat dalam semua kegiatan. Sehingga peserta dapat disiapkan untuk jadi pemimpin di lembaga nasional. Seorang calon pemimpin senantiasa harus penuh semangat, tidak pernah menyerah, berempati, setia kawan, jujur dalam mengemban tugas," paparnya.
Awal Prof Ir Totok Agung DH MP PhD tertarik mengikuti PPRA yaitu ingin belajar tentang sesuatu yang baru. Di luar dunia Prof Totok tentang pertanian dan pemuliaan tanaman, yang mungkin akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Dalam jangka panjang manfaat utama Prof Totok mengikuti PPRA adalah bertambah teman dari semua lapisan, agama, etnik, profesi, dan komponen bangsa. Sehingga manfaat dalam jangka panjang tentu jaringan menjadi lebih luas. Setelah Prof.Totok mengikuti PPRA, perubahan sehari-harinya yang Prof.Totok rasakan di antaranya bertambah kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan pola hidup yang lebih sehat, Harapan Prof.Totok tentang PPRA di antaranya perlu lebih banyak jumlah dosen ataupun tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya yang mengikuti pendidikan d Lemhannas. Sehingga diharapkan lebih banyak lagi orang-orang yang mengimplementasikan dan disseminasikan nilai-nilai kebangsaan dan 4 (empat) konsensus nasional: Pancasila, UUD NRI ‘45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ilmunya yang akan digunakan dalam pekerjaan sehari-hari setelah Prof.Totok ikut PPRA, di antaranya tentang kepemimpinan nasional dan 4 (empat) konsensus nasional: Pancasila, UUD NRI ‘45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Selama mengikuti PPRA, semua peserta diasramakan di Mes Lemhannas Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. Adapun lokasi pelaksanaan pendidikan PPRA di Gedung Pancagatra lantai 3, Ruang Bhinneka Tunggal Ika-satu gedung dengan Mes Lemhannas. (Red)
Berikut Pendidikan PPRA LV Lemhannas (on campus) : Pertama, Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) selama 1 (satu) minggu ke 4 (empat) provinsi di Indomesia meliputi Malut, Bali, Banten, dan Lampung. Kedua, Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) selama 1 (satu) minggu ke 4 (empat) negara yaitu: India, Philipina, Kamboja, Thailand. Kunjungan untuk melakukan Studi Strategis Luar Negeri dapat memberikan wawasan global kepada peserta sehingga nantinya berguna untuk merumuskan kepentingan nasional. Dalam kesempatan kunjungan ke luar negeri, peserta akan melakukan pertemuan dan bertukar pandangan dengan mitra mereka di luar negeri mengenai isu-isu bilateral, regional dan multilateral, serta kebijakan luar negeri. Ketiga, Outbond di SPN LIDO Bogor 4 (empat) hari. Lemhanas RI menggelar outbond bagi peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LV Tahun 2016 yang dilaksanakan di Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Polri Lido Polda Metro Jaya, Suka Bumi, Jawa Barat. Kegiatan ini dibuka dengan upacara oleh Gubernur Lemhanas RI, Letjen Purn Agus Widjojo di lapangan kantor Lemhanas, Jakarta, Selasa (17/5/2016). "Saya berterima kasih kepada Kapolda Metro Jaya sebagai panitia PPAR angkatan 55 ini. Maksud dan tujuan outbond ini untuk memberikan pengalaman nyata, untuk membangun disiplin, dan solidaritas," kata Agus dalam pidatonya. Dia menghimbau kepada semua peserta untuk disiplin dalam mengikuti seluruh kegiatan outbond ini. Semangat dan kesungguhan peserta dituntut dalam kegiatan tersebut. “Saya berharap dalam latihan ini para peserta dapat menunjukkan semangat dalam semua kegiatan. Sehingga peserta dapat disiapkan untuk jadi pemimpin di lembaga nasional. Seorang calon pemimpin senantiasa harus penuh semangat, tidak pernah menyerah, berempati, setia kawan, jujur dalam mengemban tugas," paparnya.
Awal Prof Ir Totok Agung DH MP PhD tertarik mengikuti PPRA yaitu ingin belajar tentang sesuatu yang baru. Di luar dunia Prof Totok tentang pertanian dan pemuliaan tanaman, yang mungkin akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Dalam jangka panjang manfaat utama Prof Totok mengikuti PPRA adalah bertambah teman dari semua lapisan, agama, etnik, profesi, dan komponen bangsa. Sehingga manfaat dalam jangka panjang tentu jaringan menjadi lebih luas. Setelah Prof.Totok mengikuti PPRA, perubahan sehari-harinya yang Prof.Totok rasakan di antaranya bertambah kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan pola hidup yang lebih sehat, Harapan Prof.Totok tentang PPRA di antaranya perlu lebih banyak jumlah dosen ataupun tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya yang mengikuti pendidikan d Lemhannas. Sehingga diharapkan lebih banyak lagi orang-orang yang mengimplementasikan dan disseminasikan nilai-nilai kebangsaan dan 4 (empat) konsensus nasional: Pancasila, UUD NRI ‘45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ilmunya yang akan digunakan dalam pekerjaan sehari-hari setelah Prof.Totok ikut PPRA, di antaranya tentang kepemimpinan nasional dan 4 (empat) konsensus nasional: Pancasila, UUD NRI ‘45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Selama mengikuti PPRA, semua peserta diasramakan di Mes Lemhannas Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. Adapun lokasi pelaksanaan pendidikan PPRA di Gedung Pancagatra lantai 3, Ruang Bhinneka Tunggal Ika-satu gedung dengan Mes Lemhannas. (Red) 




























