Jangan Jadi Pemuda Lepas Tangan!

Bandung, Obsessionnews.com - Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tingkat Kota Bandung berlangsung khidmat. Tampil pula baret bertema refleksi Sumpah Pemuda. Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil bertindak selaku Inspektur Upacara di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (28/10/2016). Wali Kota membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Potensi pemuda dengan bonus demografi Indonesia pada tahun 2022-2035 menjadi isu utama. Data demografi Indonesia menyebutkan jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014). “Angka 24,5% ini cukup besar, ditambah mulai tahun 2020- 2035, Indonesia akan menikmati era langka atau bonus demografi,” tutur Wali Kota. Ia menambahkan massa tersebut jumlah penduduk usia produktif mencapai 64% total penduduk. Hal ini merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Itulah tahun yang menurut sejarah menjadi masa keemasan Indonesia, pada saat itu terjadi, kita persiapkan pemuda-pemuda yang berkualita,” tegasnya. Kota Bandung dikatakan Kota Pemuda, 29% populasi usia 16-30 tahun (BPS 2014).
Ridwan Kamil mengatakan lebih dari 5000 komunitas pemuda dan ratusan organisasi kepemudaan hadir di Kota Bandung. Kota ini juga dipilih Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebagai Kota Layak Pemuda. Nilai yang diperoleh Kota Bandung termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. “Jadi artinya instrument infrastruktur kegiatan untuk pemuda termasuk paling lengkap di Indonesia, sehinga tidak ada waktu kosong,” papar Ridwan. Menurutnya, salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga agar para pemuda tidak melakukan hal-hal negatif adalah memberikan kegiatan, sehingga sibuk beraktivitas. Pemerintah Kota Bandung secara khusus mengalokasikan anggaran sebesar 100 juta rupiah setiap tahun untuk tiap-tiap Karang Taruna di Kelurahan melalui program PIPPK. “Kunci mengelola pemuda kan dibikin aktif, dibikin sibuk, jangan sampai pemuda bengong bahaya,” ujar Wali Kota. Ia berpesan para pemuda agar senantiasa bermanfaat dan menjadi teladan bagi lingkungan. “Jadilah pemuda yang mencari solusi, bukan memaki-maki, jadi pemuda yang turun tangan, bukan pemuda yang lepas tangan, pemuda yang peduli, bekerja keras, dan bekerja cerdas. Modal itulah yang menjadi syarat pemuda Indonesia membawa Indonesia menjadi negara hebat," pesan Ridwan. (Dudy Supriyadi)
Ridwan Kamil mengatakan lebih dari 5000 komunitas pemuda dan ratusan organisasi kepemudaan hadir di Kota Bandung. Kota ini juga dipilih Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebagai Kota Layak Pemuda. Nilai yang diperoleh Kota Bandung termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. “Jadi artinya instrument infrastruktur kegiatan untuk pemuda termasuk paling lengkap di Indonesia, sehinga tidak ada waktu kosong,” papar Ridwan. Menurutnya, salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga agar para pemuda tidak melakukan hal-hal negatif adalah memberikan kegiatan, sehingga sibuk beraktivitas. Pemerintah Kota Bandung secara khusus mengalokasikan anggaran sebesar 100 juta rupiah setiap tahun untuk tiap-tiap Karang Taruna di Kelurahan melalui program PIPPK. “Kunci mengelola pemuda kan dibikin aktif, dibikin sibuk, jangan sampai pemuda bengong bahaya,” ujar Wali Kota. Ia berpesan para pemuda agar senantiasa bermanfaat dan menjadi teladan bagi lingkungan. “Jadilah pemuda yang mencari solusi, bukan memaki-maki, jadi pemuda yang turun tangan, bukan pemuda yang lepas tangan, pemuda yang peduli, bekerja keras, dan bekerja cerdas. Modal itulah yang menjadi syarat pemuda Indonesia membawa Indonesia menjadi negara hebat," pesan Ridwan. (Dudy Supriyadi) 




























