Usamah Hisyam: Ada Agenda Setting Hancurkan Umat Islam

Usamah Hisyam: Ada Agenda Setting Hancurkan Umat Islam
Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi), Usamah Hisyam, menduga adanya agenda setting yang menghendaki umat Islam terpecah belah. Kini, agenda setting itu tengah dipraktikkan untuk menghancurkan kekuatan Islam terbesar di dunia, yakni Indonesia. Menurutnya, umat Islam di Indonesia menjadi tujuan penghancuran setelah negara-negara di Jazirah Arab berhasil diporak-porandakan. “Musuh dunia hari ini adalah bila Islam bersatu. Negara-negara di Jazirah Arab sudah diporakporandakan. Salah satu agenda setting di tingkat global adalah menghancurkan kekuatan Islam terbesar di dunia, Indonesia,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial, Rabu (19/10/2016). Salah satu upaya penghancuran Islam di Indonesia, imbuh Usamah, ditunjukkan dengan adanya dinamika sosial-politik yang saat ini tengah menimpa tanah air. Perpecahan antar umat Islam menjadi cara untuk menghancurkan Islam dari dalam melalui strategi adu domba, uang, iming-iming kekuasaan, maupun perempuan. Oleh karenanya, Usamah mengingatkan umat Islam untuk selalu waspada dari segala tindakan yang berupaya memecahkan persatuan umat Islam. Ia juga mengajak umat Islam untuk terus melakukan introspeksi, karena musuh terbesar ada di dalam diri umat Islam sendiri. “Karena Islam tak boleh bersatu agar mudah dilumat. Ingat, musuh Islam bukan Djan Faridz, bukan Romahurmuzy, bukan Nusron Wahid. Bukan..bukan..bukan! Musuh Islam adalah diri kita sendiri,” tegasnya. “Sebab itu perbedaan yang ada harus dijadikan instropeksi, bahan perenungan, sudahkah kita membentengi diri kita sendiri dengan nilai-nilai akidah, sebagai ruh perjuangan, untuk memenangkan Islam dengan semangat persatuan? Dienul Islam wal muslimin. Maka, bersatulah saudara-saudaraku dalam kata, sikap dan perilaku,” kata Usamah. Dalam konteks tersebut, Usamah juga mengajak umat Islam sebagai bagian terbesar bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Mari kita juga menjaga persatuan bangsa ini agar tidak terkoyak-koyak. Ingat, negara kebangsaan ini direbut dengan darah dan nyawa para tokoh dan umat Islam. Sudah sepatutnya kitapun turut mempertahankan NKRI. Buat generasi penerus kita," lanjutnya. Ia menambahkan, seluruh potensi umat Islam harus dapat menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta alam dalam dimensi ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). "Insya Allah, ajaran Islam akan memenangkan seluruh sendi kehidupan di negeri ini," tandasnya. (Fath)