Minang Mart Dikelola Berdasar Konsep Kemitraan

Minang Mart Dikelola Berdasar Konsep Kemitraan
Padang, Obsessionnews.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meluncurkan 1.000 Minang Mart. Pasca diluncurkan 24 Mei 2016, kontroversi bermunculan terlebih dengan masuknya PT. Ritel Modern Minang (RMM) ikut sebagai pengelola. Keraguan muncul karena tidak sesuai konsep awal untuk menggalakkan ekonomi kerakyatan dan lebih mengarah kepada konsep pengelolaan yang berbasis Frenchise atau waralaba. Direktur PT RMM Syaiful Bakhri membantah bahwa konsep pengelolaan Minang Mart lebih mengedepankan kemitraan daripada mengedepankan Frenchise atau waralaba yang jadi anggapan orang selama ini. "Kita bukan frenchise ataupun waralaba, jadi kita bermitra dengan mereka semua," katanya usai menghadiri syukuran rumah dinas gubernu Minggu (16/10/2016). Sebagai mitra, seluruh kedai masyarakat yang bergabung akan diberdayakan seperti bantuan sistem IT dan pelatihan karyawan dalam hal pelayanan kepada konsumen. "Selama ini pelayanan di mini market lokal belum begitu maksimal kepada konsumen seperti yang saya lihat, sehingga nanti dengan ada pelayanan ini mendapatkan keuntungan lebih," katanya. Syaiful mengatakan, harga yang dijual di Minang Mart tidak akan dijual murah, harga minimal sama dengan yang ada di sistem, jika dijual murah ada tujuan untuk mematikan sistem. "Dengan ada sistem itu, mitra akan terbantu untuk mengelola perusahaannya, sehingga dengan ada sistem akan ketangkap berapa keuntungan penjualannya," ulasnya. Minang Mart- Produk yang dijual dari hasil hasil olahan lokal dan produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar 20 hingga 30 persen. Pemasok barang bekerjasama dengan PT Grafika Jaya Sumbar sebagai penyedia berikut distributor produk nasional. "Saya jamin barang tidak ada dari yang lain, semuanya dari distributor nasional. Karena yang tentuin barang masuk itu saya," katanya. Setelah lima bulan diluncurkan, direncanakan pada 11 November 2016 mendatang akan dibuka sembilan outlet di Kota Padang. Lima outlet diantaranya milik RMM berikut modal sendiri sedang empat outlet kemitraan. Lima outlet milik RMM di kawasan Lubuk Begalung, Sutomo, Sawahan, Gurun Laweh dan Kantor Pos Jalan Bagindo Aziz Chan. Sedangkan empat outlet berada di Gunung Pangilun, Pasar Baru, Ujung Gurun, Indarung. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)