Basarnas Hentikan Pencarian Mapala Hilang di Kali Segoro

Basarnas Hentikan Pencarian Mapala Hilang di Kali Segoro
Semarang, Obsessionnews - Upaya pencarian terhadap Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) hanyut, Kurnia Dwi (17) masih belum membuahkan hasil. Tim Search and Rescue Nasional Gabungan terpaksa menghentikan pencarian karena debit air semakin meninggi. Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Maulana Affandi mengatakan, hujan yang turun sejak siang membuat petugas kesulitan saat menyisir sungai. Tim menyisir lokasi Curug Kedung Segoro hingga ke Kali Pleret yang berbatasan dengan laut. "Untuk kendala ini cuaca hujan jadi debit air naik dan arus semakin kenceng. Jadi untuk jalannya pencarian jadi susah," ujarnya, Senin (10/10/2016). Debit air saat ini di Sungai Pleret mencapai ketinggian 50 centimeter. Derasnya arus juga jadi kendala bagi petugas untuk mencari lokasi korban. Petugas kini tengah menunggu cuaca membaik, agar bisa meneruskan pencarian. "Kalau sampai sore ini belum juga reda akan dilanjutkan besok. Kita tetap memantau," kata dia. Sementara Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti melarang seluruh kegiatan berbau sport alam selama musim hujan di kalangan instansi pendidikan. Pihaknya mengaku telah mengeluarkan surat edaran perihal larangan tersebut. "Karena di musim hujan sekarang bahaya. Air bah bisa datang tiba-tiba. Untuk itu, kami sudah edarkan surat ke seluruh instansi, tidak hanya perguruan tinggi saja namun juga SMA dan SMP," jelasnya. Ita, panggilan akrabnya, menjelaskan kondisi salah satu korban, Dian saat ini telah dalam kondisi membaik. Ia juga menegaskan jika seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak kampus. "Dari Unnes sudah menyampaikan menanggung semuanya, juga pagi tadi kami sudah tegaskan dari unnes akan menanggung biaya pengobatan semuanya," tandasnya. (ifg)