Basarnas Belum Temukan Korban Mahasiswa Terseret Air Bah

Semarang, Obsessionnews - Tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kantor Kota Semarang masih melakukan pencarian seorang mahasiswa pecinta alam (Mapala) Fakultas MIPA, Jurusan Matematika, Universitas Negeri Semarang, The Mathe, atas nama Kurnia Dwi (17). Empat tim diterjunkan ke lokasi terpisah guna mempermudah pencarian. Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Maulana Affandi mengatakan, upaya pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai Banaran. Satu tim penyelam juga diturunkan di bawah curug. "Dua penyelam kami terjunkan untuk menyisir dibawah air terjun. Kedalaman mencapai 10 meter," ujarnya kepada obsessionnews.com, Senin (10/10/2016). Korban merupakan warga Desa Mbalong RT 01/RW 01, Kecamatan Njepon, Kabupatèn Blora. Ia hanyut bersama dua orang lainnya yakni Dian Candra (17) dan Fahmi (18) yang ditemukan selamat. Mereka hanyut saat melakukan pradiksar, Minggu (09/10/2016) kemarin, pukul 15.10 WIB. Pihak Basarnas sendiri telah menemukan satu buah tas carrier milik Kurnia Dwi yang dipakai saat air bah menerjang sekitar jam setengah sembilan malam. Tas tersebut berisi beralatan camping dengan berat mencapai 20 kilogram. "Isinya tenda dan peralatan camping lainnya. Upaya pencarian semalam dihentikan pukul sepuluh malam karena mengingat kondisi medan buruk," kata dia. Kurnia Dwi merupakan calon anggota Mapala The Mathe yang sedang mengikuti prosesi penyematan slayer dibawah Kedung Sungai Curug, Banaran, Kecamatan Gunung pati, Kota Semarang. Ia bersama 15 orang lainnya terhempas air bah yang datang tiba-tiba. Semua orang selamat, kecuali Kurnia Dwi yang terseret arus sungai. (ifg)





























