PDI-P Sumbar Akui Kadernya Isap Sabu-sabu

PDI-P Sumbar Akui Kadernya Isap Sabu-sabu
Padang, Obsessionnews.com – Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Barat (Sumbar), Syamsul Bahri, membenarkan bahwa anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang ada di dalam video anggota dewan yang mengisap sabu-sabu yang beredar luas di media sosial merupakan kader mereka. "Ia telah kami panggil dan kami sudah meminta keterangan selama satu jam dari pelaku, ia membenarkan bahwa dirinya yang ada di dalam video tersebut," katanya di Padang, Minggu 9/10/2016). Syamsul mengatakan, kader PDIP terebut bernama Salman Hardani yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Padang Pariaman. Dia merupakan ketua fraksi dan ketua Komisi II bidang ekonomi dan Pembangunan di DPRD Kabupaten Padang Pariaman periode 2014 -2019. "Hasil pemeriksaan ini akan kami kirim ke DPP PDI Perjuangan sehingga mereka nanti yang memutuskan sikap apa yang akan diambil partai terhadap persoalan ini," jelasnya. Syamsul mengakui dalam aturan yang ada di dalam partai apabila ada anggota DPRD yang merupakan kader partai dan terlibat narkoba bisa diambil tindakan melakukan PAW atau memberhentikan kader itu dari partai. "Namun dalam hal ini pelaku sudah mau bekerjasama dan mengakui bahwa dirinya yang ada di video tersebut, tentunya ini juga akan menjan di bahan pertimbangan," ujarnya. Sementara itu pelaku Salman Hardani mengakui bahwa dirinya yang berada di dalam video tersebut, namun dirinya tidak mengetahui pasti barang yang dihisapnya tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada tahun lalu sewaktu DPRD Padang Pariaman melakukan Bimtek di Batam setelah pemilihan ketua komisi di hotel setelah kegiatan. Salman menceritakan barang tersebut sudah ada di dalam kamar hotelnya sewaktu dirinya selesai mandi. Melihat barang itu ada di meja dia memanggil temannya dari fraksi Demokrat untuk masuk dan mencoba menggunakan barang tersebut. "Saya tidak tahu kenapa barang itu ada di kamar saya, namun karena rasa ingin tahu yang kuat, saya pun mencoba barang tersebut," ujarnya lagi. Ia mengaku baru kali itu mencoba barang tersebut dan siap untuk dites urine dan rambut untuk membuktikan dirinya menggunakan narkoba atau tidak. Ia juga mengaku siap menerima apapun keputusan partai atas persoalan ini. "Dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Padang Pariaman pun belum ada panggilan terkait kasus ini, namun saya siap dipanggil," katanya. (Fath/Ant)