Indonesia Jadi Tuan Rumah ICNT 2017

Jakarta, Obsessionnews.com - Konferensi Organisasi Pelestarian dari berbagai negara dunia yang bergabung dalam The International National Trusts Organisation (INTO) ke 17 akan diselenggarakan di Gianyar, Bali pada tanggal 11 hingga 15 September 2017 mendatang. Dari 72 negara anggota INTO, Indonesia dipilih untuk menjadi tuan rumah International Conference of National Trusts (ICNT) 2017. Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Hashim Djojohadikusumo menjelaskan, ajang konferensi ICNT yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun 2017 mendatang merupakan bentuk dukungan untuk memperkuat peran serta berbagi pengalaman antar organisasi pelestarian dari berbagai negara. Menurutnya, peran komunitas dalam gerakan pelestarian sangat penting. "Dimana organisasi pelestarian seperti BPPI dan para mitra di berbagai daerah juga memiliki jejaring yang kuat di tingkat regional maupun internasional," ujar Hashim di Jakarta, Kamis (15/9/2016). Dia mengatakan, yang paling membanggakan dalam penyelenggara ICNT 2017 adalah terbukanya kesempatan bagi tradisi dan kearifan lokal sebagai bagian dari pusaka budaya Indonesia untuk dapat menjadi bagian dari solusi dunia dalam kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, lanjut Hashim, ICNT 2017 dapat menggali berbagai kekayaan tradisi dan kearifan budaya lokal untuk mendukung keberlanjutan dunia. "Khususnya kelestarian lingkungan, dalam berbagai tekanan termasuk perubahan iklim," katanya. Sementara itu, dalam menyelenggarakan ICNT 2017, BPPI menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar Bali. Sebagai anggota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Pemerintah Kabupaten Gianyar mengaku siap berkontribusi mendukung penyelenggaraan ICNT 2017 sebagai bentuk kemitraan dan kerjasama yang baik antara pemerintah kota pusaka Gianyar dengan BPPI. "Selain itu, membangun kemitraan dan kerjasama seperti ini membuka peluang bagi potensi pengembangan aset pusaka di berbagai daerah di Indonesia untuk dikembangkan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat," jelas Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Presidium JKPI. Disisi lain, Pimpinan INTO yaitu Emily Drani yang menjabat sebagai Vice President INTO melalui pesan yang direkam langsung dari Eropa dan ditayangkan dalam video, menyampaikan dukungan yang kuat dari dunia pelestarian internasional kepada Indonesia untuk memperkenalkan bagaimana pendekatan budaya dikembangkan untuk menjawab berbagai isu-isu lingkungan yang menjadi permasalahan bersama saat ini. Our Cultural Heritage, the Key to Environmental Sustainability, atau Pusaka Budaya adalah Kunci Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan menjadi tema ICNT 2017. Dunia pelestarian internasional memberi dukungan kuat untuk menyikapi berbagai tekanan dalam isu lingkungan khususnya perubahan iklim global melalui pendekatan budaya. Untuk memperoleh gambaran memahami tema tersebut, ditayangkan contoh-contoh nyata kekuatan tradisi nusantara yang menjadi pijakan dalam kelestarian lingkungan, antara lain gerakan masyarakat dalam membangun arsitektur nusantara dengan mengembangkan tradisi dan kearifan lokal di desa-desa tradisional, sebagaimana digerakkan oleh Yori Antar, tokoh pelestarian budaya di Indonesia. "Budaya Indonesia sangat kaya dan mempunyai potensi yang sangat besar sebagai pijakan dalam upaya pembangunan yang berwawasan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan," kata Yori. Ketua Dewan Pimpinan BPPI sekaligus Ketua Panitia ICNT 2017, Catrini Kubontubuh menambahkan, tekadnya bahwa ICNT 2017 dapat terselenggara dengan baik dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat Indonesia sejak awal, "Sehingga momen penyelengaraan ICNT 2017 tidak saja pada hari H pelaksanaannya, namun sepanjang satu tahun sebelumnya," ujarnya. Untuk itu, pihaknya mengundang berbagai sumbang pemikiran dan inspirasi serta keterlibatan lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia mulai bulan September 2016 sampai dengan bulan September 2017. (Purnomo)





























