Jokowi Harus Waspada Dengan Jebakan Kedua

Jakarta, Obsessionnews.com - Sampai saat ini Presiden RI, Jokowi belum mengambil keputusan soal siapa pengganti Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM, meski jabatannya sudah dicopot hampir sebulan ini. Malah muncul wacana Arcandra dimungkinkan akan masuk lagi di kabinet di posisi yang sama. Koordinator Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP) Hans Suta Widhya menilai, masuknya Arcandra ke kabinet Jokowi lagi ada pergerakan. Gerakan ini bisa menjadi jebakan berbahaya bagi Presiden Jokowi. "Beliau harus waspada dengan jebakan kedua ini. Kalau ini terjadi, Jokowi bisa habis kredibilitasnya," ujarnya di Jakarta, Senin (5/9/2016). Menurut Hans, Jokowi sudah kecolongan dengan jebakan pertama yang menimbulkan kegaduhan cukup panjang dan turunnya indeks kepercayaan publik terhadap pemerintah. "Untung Jokowi merespon cepat soal ini, dengan mencopot menteri yang berkewarganegaraan ganda, sehingga kepercayaan publik pulih kembali," katanya. Dia mewanti-wanti hal ini, agar Jokowi tidak kecolongan yang kedua kali. Soalnya Hans melihat, ada gerakan yang mewacanakan bahwa Arcandra bisa menjadi Menteri ESDM asalkan beliau sudah memilih Indonesia kembali sebagai tanah airnya. Menurutnya, banyak orang-orang yang lebih hebat dari Arcandra, banyak yang lebih paham tentang ESDM, dan lebih paham finansialnya. "Makanya saya kok curiga, jangan-jangan gerakan mewacanakan Arcandra masuk ke kabinet lagi hanya untuk merusak reputasi Jokowi," katanya. Hans berpendapat, sebaiknya Jokowi secara independen memilih sendiri Menteri ESDM yang jauh lebih kompeten dari Arcandra Tahar, jauh lebih nasionalis, lebih cinta Indonesia , dan tidak menjadi beban politik bagi bangsa. (Purnomo)





























