Jokowi: Stabilitas Beri Kekuatan Indonesia Bisa Reformasi Ekonomi

Shanghai, Obsessionnews.com - Meskipun banyak negara mengalami perlambatan ekonomi, menurut Presiden Jokowi hal tersebut tak berlaku bagi Indonesia. Terlebih, sejak dua partai politik besar yang belakangan ini menyatakan dukungannya untuk pemerintah. Dukungan tersebut menjadikan kekuatan pemerintah di parlemen menjadi sangat dominan, yakni sekitar 68 persen. Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menjadi pembicara utama dalam forum bisnis yang digelar di Hotel Shangri-La Jing'an, Shanghai, Sabtu (3/9/2016). "Mungkin itu merupakan tingkat tertinggi dari stabilitas politik dari negara manapun di Asia Tenggara sekarang ini. Stabilitas dan kekuatan politik ini memberikan kami kekuatan untuk mengejar bahkan lebih ambisius lagi untuk mereformasi dan juga memodernisasi ekonomi kami," jelas Presiden Jokowi. Presiden Jokowi yakin bahwa Indonesia akan mengalami peningkatan kegiatan manufaktur ke depannya. Secara bertahap dan berkelanjutan, pemerintah Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia. "Inflasi yang biasanya selalu berada pada kisaran 8 persen pada tahun ini turun menjadi 4 persen. Suku bunga kredit yang masih berada pada level double digit kini telah berada pada jalur yang tepat untuk menurunkannya menjadi single digit dalam waktu dekat," terangnya. Tingginya suku bunga perbankan memang dinilai menghambat ekspansi dunia usaha dalam persaingan global dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, Pemerintah terus berupaya menurunkan suku bunga menjadi single digit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Presiden Jokowi juga mempercayai sektor pariwisata Indonesia yang akan segera meningkat. Menurutnya, masih sangat banyak keindahan alam Indonesia yang masih belum diketahui masyarakat internasional. Presiden menyebut bahwa Indonesia tidak hanya memiliki Bali, namun juga Raja Ampat di Papua Barat, Mandalika di Lombok, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. "Anda mungkin ingin segera membeli properti di sana sebelum harganya naik," kelakar Presiden yang diikuti tawa hadirin. Menutup pidatonya, Presiden Jokowi mengundang masyarakat internasional untuk datang dan berinvestasi di Indonesia. Presiden menjamin langsung bahwa dirinya akan memberikan kemudahan bagi para investor dalam menanamkan investasinya di Indonesia. "Saya menanti Anda datang ke Indonesia. Yakinlah bahwa selama Anda melakukan perjalanan dan berinvestasi di Indonesia, saya akan berada di sana untuk membimbing dan memberi kemudahan," tutup Presiden disambut riuh tepuk tangan seisi ruangan. (Has)





























