Jokowi Sampaikan Optimisme Ekonomi RI di Depan Pelaku Usaha Tiongkok

Jokowi Sampaikan Optimisme Ekonomi RI di Depan Pelaku Usaha Tiongkok
Shanghai, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembicara utama dalam forum bisnis yang digelar di Hotel Shangri-La Jing'an, Shanghai, Sabtu (3/9/2016). Dalam pidatonya di hadapan sejumlah pelaku usaha Tiongkok, Presiden Jokowi menyampaikan optimismenya mengenai kesempatan investasi dan perkembangan ekonomi di Indonesia. Di tengah kondisi perekonomian dan politik global yang tak menentu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia sama sekali tidak memiliki rasa pesimis dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, di tengah tantangan yang muncul menghadang, terdapat sebuah kesempatan besar yang dapat dimanfaatkan. "Namun di Indonesia, kami tidak memiliki sikap pesimis. Di balik tantangan, terdapat sebuah kesempatan. Kesempatan untuk membangun ekonomi kami, kesempatan untuk membuat ekonomi kami menjadi lebih berkelanjutan, kesempatan untuk meningkatkan ekonomi kami agar tersedia lapangan pekerjaan bagi pekerja kami," ungkap Presiden. Indonesia merupakan salah satu negara yang sejak 2012 mengalami perlambatan ekonomi. Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Indonesia harus mereformasi perekonomiannya dan tetap menatap maju menghadapi segala tantangan yang ada. "Untuk menghadapi perlambatan ekonomi tersebut, sejak menampuk pemerintahan, kami langsung meluncurkan program pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah negeri kami," imbuhnya. Tak berhenti sampai di situ, pada September 2015, pemerintah juga melakukan deregulasi kebijakan ekonomi untuk mengurangi aturan-aturan yang dapat menghambat perkembangan industri dan bisnis di Indonesia. Sejak saat itu, sebanyak 13 paket kebijakan ekonomi telah dikeluarkan pemerintah. "Pada awal tahun ini, kami mulai melihat hasilnya. Tingkat pertumbuhan GDP kami pada kuarter keempat tahun lalu menunjukkan kenaikan dari 4,9 persen menjadi 5,08 persen. Kemudian di kuarter pertama tahun ini, tingkat pertumbuhan GDP kami mengalami penurunan lagi menjadi 4,91 persen. Tapi di kuarter kedua tahun ini kembali meningkat menjadi 5,18 persen," terangnya. (Has)