Pengebom Bali Minta Jangan Diskriminatif ke Mantan Teroris

Pengebom Bali Minta Jangan Diskriminatif ke Mantan Teroris
Jakarta, Obsessionnews.com- Pelaku Bom Bali, Ali Imron yang sudah insaf, minta masyarakat tidak diskriminatif terhadap mantan teroris. Sebab, mereka sudah tobat dan menjalani hukuman yang berlaku di negeri ini. "Dari cerita kawan-kawan yang sudah keluar. Dari masyarakat yang tidak mengerti jadi bersikap lebay kalau teroris itu bukan Islami," kata Ali Imron yang masih ditahan di Mapolda Metro Jaya, saat dimintai keterangan Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/8/2016). baca juga:Polisi dan 3 Satpam Meninggal Akibat Bom di UHO KendariDensus 88 Tangkap Pembawa Bom Polresta SoloDuh! Kantor Ahok Dapat Ancaman BomPaska Ledakan Bom, Polisi Masih Berjaga di Mal Alam SuteraPolri Tangkap 18 Teroris, 6 Terlibat Bom Sarinah Ali Imron menilai rekan-rekannya masih Islamis tetapi memiliki kesalahan yang harus dibenarkan. Kesalahan itu terkait dengan pemikiran mereka. "Kalau mereka dibilang enggak Islamis, marah mereka. Karena mereka berjuang untuk Islam," tuturnya. Mengenai kehadirannya di Pansus RUU Terorisme, Ali Imron mengatakan dirinya menceritakan pengalaman dan fakta terorisme yang dialami terkait Bom Bali. "Maka saya hanya menceritakan ‎faktanya, jadi sesuai yang terjadi," kata Ali Imron. Ali menilai RUU Terorisme diperlukan terutama mengenai pencegahan dan penanggulangan aksi tersebut. Menurutnya, revisi tersebut sebaiknya lebih menitikberatkan pencegahan penyebaran keyakinan terorisme atau radikalisme. "Karena bahaya, karena sekarang bertambahnya orang yang terlibat terorisme itu karena ada ceramah, karena ada doktrin, kalau itu tidak ada peraturan atau hukum, ya semakin hari semakin bertambah," imbuhnya.@reza_indrayana