Penerima Bansos Naik Jadi 6 Juta Keluarga Sangat Miskin

Penerima Bansos Naik Jadi 6 Juta Keluarga Sangat Miskin
Jakarta,  Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memastikan penerima bantuan sosial (bansos) melalui Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) naik menjadi 11 persen pada November 2016. “Sudah ada verifikasi dan validasi (veri-vali) data pada 2015, sehingga penerima PKH saat ini 7 persen dari masyarakat dengan status ekonomi terendah, ” ujar Mensos saat launching warung elektronik atau  e-warung di Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016). Pada November 2016 ini, kata Mensos, dari 7 persen penerima masyarakat dengan status ekonomi terendah atau Keluarga Sangat Miskin (KSM) akan ditingkatkan menjadi 11 persen. “Saat ini, 7 persen jumlah penerima atau setara 3,5 juta dan pada November 2016, insya Allah naik menjaji 11 persen  atau 6 juta keluarga yang berhak menerima bansos tersebut, ” ucapnya. Seiring perubahan cara distribusi PKH kepada penerima, yaitu menggunakan system keuangan digital berbasis kartu, serta bisa digunakan di e-warung yang menyediakan empat kebutuhan pokok. “Penerima bansos PKH akan menerima seperti kartu ATM dan bisa bertransaksi di e-warung yang menyedikan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan teringu, ” tandasnya. Melalui kartu tersebut, jumlah dan jenis data bansos yang diterima oleh penerima bisa terlihat, apakah itu PKH, beras sejahtera (rastra), bantuan elpiji 3 kg dan sebagainya. “Jadi benar-benar mudah, semua yang diterima oleh si penerima bansos bisa dibaca dalam kartu tersebut dengan cara cek saldo, baik itu PKH, rastra, bantuan elpiji 3 kg dan sebagainya, ” katanya. Penjangkauan layanan bisa lebih luas, karena sudah ada kerja sama system dari 4 bank BUMN seperti BNI, BRI, Mandiri, serta BTN. Dengan menggunakan Electronic Data Capture (EDC) transaksi dari 4 bank bisa dilayanai dengan baik. “Melalui kerjasama yang telah dibentuk antara 4 bank BUMN, bisa dipastikan semua layanan bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan EDC, ” tandasnya. Selain pelayanan dan jangkaun lebih luas, penggunaan system seperti kartu ATM ini bisa meminimalilsir ketidaktepatan kualias produk atau barang kebutuhan pokok yang mesti diterima para penerima. “Uang disimpan di bank dan bisa dibelanjakan untuk pangan di e-warung dengan jaminan kualitas terjaga, baik beras, gula, minyak dan terigu. Jadi,  tidak ada lagi kejadian beras berkutu ditemukan lagi, ” tandasnya. (Dudy Supriyadi) Ket Foto :