Inilah Tiga Terobosan Jokowi Percepatan Pembangunan

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mencanangkan 2016 ini sebagai tahun percepatan pembangunan dengan fokus pada tiga langkah terobosan untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial. Ketiga langkah itu, pertama, percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan sumber daya manusia. Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi. Hal itu dikemukakan Jokowi saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI di ruang rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Selasa (16/8/2016). "Melalui percepatan pembangunan infrastruktur, kita bangun sarana infrastruktur secara lebih merata di seluruh tanah air guna memperkuat konektivitas antar wilayah dan memperkecil ketimpangan dan kesenjangan sosial," kata Presiden. Jokowi menjelaskan akselesari pembangunan infrastruktur logistik meliputi jalan, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api. Sedangkan akselerasi pembangunan infrastruktur strategis mencakup pembangkit listrik, telekomunikasi, irigasi dan perumahan rakyat. "Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mempercepat pembangunan jalan nasional sepanjang 2.225 km, jalan tol 132 km, dan jembatan sepanjang 16.246 km atau sebanyak 160 jembatan," ujar Presiden. Pembangunan kereta api pun dilakukan tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sampai sekarang jalur kereta yang beroperasi telah mencapai sepanjang 5.200 km spoor. "Di tahun 2015 179,33 km sp telah selesai dibangun dan 271,5 km sp sedang dalam proses pembangunan. Selain itu, juga sedang dibangun kereta untuk transportasi perkotaan seperti MRT, LRT serta commuter line," ungkap Jokowi. Untuk program tol laut, pemerintah telah menetapkan 24 pelabuhan sebagai Simpul Jalur Tol Laut. Sebagai pendukung, turut dibangun 47 pelabuhan non-komersiil dan 41 pelabuhan sedang dalam proses pembangunan. "Target pemerintah adalah sudah terbangun 100 pelabuhan pada tahun 2019," tambahnya. Pemerintah juga mempercepat pembangunan dan pengembangan bandar udara sebagai wujud pembangunan jembatan udara. Di tahun ini, sembilan bandar udara telah dikembangkan sehingga memiliki standar yang tinggi dan enam bandar udara telah resmi dibuka. "Dalam hal jalur penerbangan, pemerintah telah menemukan solusi untuk mengatasi kepadatan jalur penerbangan utara Pulau Jawa. Dapat saya sampaikan bahwa perencanaan untuk membuka jalur penerbangan Selatan Pulau Jawa sekarang ini sudah dimulai," ucap dia. Perihal penyediaan listrik, program 35 ribu MW terus dipacu. Jokowi memastikan program ini terlaksana dengan lancar dan dapat mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen di tahun 2019. Dengan demikian kata Presiden, Indonesia akan bisa bebas dari byar-pet. "Usaha kecil dan industri rumah tangga dapat berjalan lancar dan anak-anak dapat belajar di malam hari dengan penerangan lampu listrik yang memadai," lanjut Presiden. (Has)





























