Pawai Besar Menentang Kudeta di Turki

Pawai Besar Menentang Kudeta di Turki
Istanbul - Ratusan ribu orang berkumpul di Istanbul, Turki, dalam aksi pawai menentang upaya kudeta yang gagal bulan lalu. Presiden Recep Tayyip Erdogan bergabung dengan para pemimpin kubu oposisi untuk menyampaikan pidatonya. Dia mengatakan tidak akan menghalangi diterapkannya kembali hukuman mati di Turki. "Adalah parlemen Turki yang akan menentukan hukuman mati, saya nyatakan itu di depan, dan saya akan menyetujui keputusan yang diambil parlemen," tuturnya di hadapan massa seperti dilansir bbc.com. Lebih dari 270 orang tewas dalam kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu, yang kemudian memicu pemerintah untuk melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang diduga terkait dengan kudeta. [caption id="attachment_142773" align="aligncenter" width="640"]Pawai di Istanbul merupakan puncak dari rangkaian aksi mendukung Presiden Erdogan. (BBC) Pawai di Istanbul merupakan puncak dari rangkaian aksi mendukung Presiden Erdogan. (BBC)[/caption] Ribuan orang yang dituduh sebagai pendukung dari ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, ditangkap maupin dipecat dari jabatannya dalam pemerintahan. Pemerintahan pimpinan Presiden Erdogan menuduh Gulen yang berada di belakang aksi kudeta walau tuduhan itu dibantah keras oleh Gulen. Sejumlah pemerintah Barat mengkritik tanggapan keras pemerintah atas kudeta sementara Uni Eropa -blok yang ingin dimasuki Turki- menolak pelaksanaan hukuman mati. Aksi di Istanbul yang disebut sebagai Pawai Demokrasi dan Syahid ini merupakan puncak dari rangkaian unjuk rasa para pendukung Presiden Erdogan di seluruh negara tersebut. (BBC)