Imbas Gulen, Dua Pengajar SMA Semesta Tak Boleh Lanjut Bekerja

Semarang, Obsessionnews – Sebanyak dua orang pengajar asing asal Turki di SMA Semesta Bilingual School terpaksa tidak bisa mengajar lagi karena imbas adanya kudeta di Negeri Salahuddin beberapa waktu lalu. Padahal kedua guru itu telah mengajar selama belasan tahun di Indonesia. "Alasannya, karena rekomendasi yang kami ajukan (buat dua guru Turki) ternyata tidak disetujui oleh pemerintah. Surat tugas keduanya sudah lewat batas karena dari kontraknya sebenarnya sudah habis ketika kami kerjasama kami dengan Pasiad selesai pada 2015 kemarin," ujarnya, Senin (8/8/2016) Kedua guru tersebut mengajar bahasa asing dan matematika sepanjang menjadi pengajar di SMA Semesta. Sementara empat guru lainnya masih diperbolehkan mengajar hingga tenggat waktu tertentu. Pihaknya berencana mengganti dua guru yang dipulangkan dengan pengajar asing lainnya. “Alternatifnya, bisa dari Australia atau Cina” kata dia Terkait beasiswa siswa SMA Semesta berprestasi saat ini dialihkan ke program LPDK yang sebelumnya masih berupa kerja sama dengan Pemerintah Turki. Ia menghimbau supaya orang tua murid bisa menerima hasil kesepakatan supaya keselamatan anak-anak mereka selama belajar di Turki bisa terjamin. "Beasiswa 244 alumni kita di Turki nantinya dialihkan ke LPDK," terang Haris. Ia berharap para orangtua murid bisa menerima segala hasil kesepakatan tersebut, agar keselamatan putra-putri bangsa yang tengah belajar di Turki dapat terjamin. Ia juga menambahkan bila hasil pertemuannya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri adalah menolak penutupan 9 sekolah yang dituduh berafiliasi dengan gerakan Fetullah Gulen. (ihy)





























