Harta Deklarasi Tax Amnesty Sudah Capai Rp9,27 Triliun

Harta Deklarasi Tax Amnesty Sudah Capai Rp9,27 Triliun
Bandung, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mengakui program Tax Amnesty yang tengah digulirkan pemerintah telah memberikan hasil yang nyata. Sejak program ini diberlakukan, hingga Senin, 8 Agustus 2016, jumlah peserta sudah bertambah menjadi 1294 perusahaan, dengan harta yang dideklarasikan mencapai Rp 9,27 triliun. Sedangkan total uang tebusan Rp 193 miliar. "Feeling saya akhir Agustus atau awal September banyak. Sekarang tinggal yang belum kita harapkan segera sampaikan," ujar Presiden saat melakukan sosialisasi program Tax Amnesty di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/8/2016). Jokowi mengatakan lambatnya wajib pajak mendaftarkan diri menjadi perserta pengampunan pajak ini karena harus menunggu lamanya menghitung jumlah harta yang dimiliki. Ditambah dengan belum sempurnanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai payung hukum. "Saya sering turun ke bawah saya tanya kenapa tidak cepat mendeklarasikan harta simpananya, baik uang maupun aset. Jawabannya perusahaan saya seratusan jadi harus dihitung satu persatu, nanti kalau sudah selesai saya akan sampaikan. Saya tanya, kapan?, paling lama 3 minggu tapi saya minta percepat 2 minggu," imbuh Presiden. Jokowi menjelaskan program Tax Amnesty merupakan suatu program penghapusan pajak yang terhutang, bebas sanksi administrasi, bebas sanksi pidana perpajakan dan penghentian proses penyidikan pajak. Syarat bagi yang mau ikut program ini, menurut presiden harus bisa mengungkap depositonya baik di dalam maupun di luar negeri, serta mau membayar uang tebusan. "Pemerintah telah siapkan investasi jangka pendek, sudah disiapkan dalam bentuk surat berharga, surat utang negara, dalam bentuk saham di bursa. Semua disiapkan instrumen portopolio sehingga masuk gampang, cukup lumayan besar ketibang ditaruh di luar negeri," jelasnya. Pemerintah membutuhkan anggaran besar untuk mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai bidang. Menurut presiden untuk pembangunan infrastruktur kemampuan APBN yang disiapkan hanya Rp 1500 triliun, padahal yang dibutuhkan Rp 4900 triliun. Sisanya ini lanjut Presiden akan digenjot melalui program Tax Amnesty. "Inilah kenapa infrastruktur kita kejar kalau kita ingin berkompetisi dengan negara lain, kalau kita ingin menang, saya ingin bangsa kita menang," tegas Presiden. Selain investasi bidang infrastruktur, pemerintah juga berharap dana repatriasi Tax Amnesty ini bisa juga digunakan untuk kebutuhan investasi bidang perikanan, pariwisata dan bidang properti. Dana ini akan bisa ditampung di 55 lembag keuangan, termasuk 18 bank dan sisanya perusahaa investasi. (Has)