Bom di Rumah Sakit Pakistan Tewaskan 53 Orang

Bom di Rumah Sakit Pakistan Tewaskan 53 Orang
Quetta - Sebuah ledakan bom di sebuah rumah sakit di Quetta, di Pakistan selatan, menewaskan setidaknya 50 orang. Puluhan orang terluka dalam serangan tersebut, yang terjadi di pintu masuk ruang gawat darurat, di mana mayat seorang pengacara ternama, Bilal Anwar Kasi, yang sebelumnya (Senin, 8/8) baru saja ditembak mati ditempatkan. Sejumlah korban termasuk pengacara dan para jurnalis yang mengikuti jasad Kasi. Ledakan diikuti oleh tembakan senjata. Tidak jelas pelaku penyerangan. Polisi Pakistan berkata mereka mencurigai bom tersebut diledakkan oleh seorang pelaku bom bunuh diri. Kasi, presiden Asosiasi Pengacara Balochistan, ditembak ketika ia sedang menuju ke kompleks persidangan utama di Quetta, menurut laporan TV lokal, Geo TV. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut. "Tak seorangpun diizinkan mengganggu kedamaian provinsi ini,” kata PM Sharif seperti dilansir bbc.com. "Rakyat, dan pasukan keamanan di Balochistan telah berkorban untuk negara ini," tambahnya. [caption id="attachment_142928" align="aligncenter" width="640"]Para pengacara ini mendapat perawatan medis di bagian belakang kendaraan pasca serangan bom. (BBC) Para pengacara ini mendapat perawatan medis di bagian belakang kendaraan pasca serangan bom. (BBC)[/caption] Kepala Menteri Balochistan, Sanaullah Zehri, mengatakan bagi yang terluka harus diberikan perawatan medis dan fasilitas terbaik yang ada. Telah terjadi sejumlah pembunuhan bertarget di Quetta, yang terhubung dengan pemberontakan separatis serta ketegangan sektarian dan kejahatan kriminal. Yang tewas dalam beberapa minggu terakhir termasuk beberapa pengacara. Kasi dengan sangat kuat mengutuk serangan-serangan yang terjadi dan media lokal berkata dia telah mengumumkan boikot sesi sidang selama dua hari sebagai bentuk protes pembunuhan seorang rekan pengacara minggu lalu. Korban tewas di rumah sakit termasuk Baz Muhammad Kakar, pendahulu Kasi sebagai presiden asosiasi tingkat provinsi, dan Shahzad Khan, seorang juru kamera Aaj TV. (BBC)