Jamur Tiram Bermanfaat Kurangi Risiko Osteoporosis

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Penelitian yang dilakukan lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menyebutkan kasus kasus osteoporosis atau pengeoposan tulang mayoritas terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Setiap tahun terjadi sekitar 8,9 juta kasus osteoporosis. Dalam penelitian itu terungkap ternyata penggunaan obat sintetik yang sering digunakan untuk mengurangi proses resorpsi dan mencegah osteoporosis banyak menyebabkan efek samping. [caption id="attachment_141904" align="alignleft" width="303"]
Inilah lima mahasiswa Fakultas Farmasi UGM yang melakukan penelitian manfaat jamur tiram untuk mengurang risiko osteoporosis.[/caption] Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa Fakultas Farmasi UGM untuk mencari alternatif yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan bahan alam yang lebih aman, efektif, dan efisien, yaitu dengan memanfaatkan jamur tiram. Yana Bintoro Priambodo, Rien Larasati Arini, Aida Fathia, Devyanto Hadi, dan Asri Mega Putri melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan proses osteoklastogenesis dari ekstrak jamur tiram secara in vitro dan in silico. “Pada kasus osteoporosis, ketidakseimbangan jumlah osteoblas dan osteoklas menjadi pemicu utama penyakit ini. Apabila pembentukan osteoklas (osteoklastogenesis) dapat dihambat, maka proses resorpsi tulang akan berkurang. Oleh karena itu, penghambatan osteoklastogenesis dapat dijadikan pendekatan strategis untuk pengobatan osteoporosis,” tutur Yana di kampus UGM, Selasa (2/8/2016) seperti dikutip dari siaran pers Humas UGM. Osteoblas dan osteoklas, lanjutnya, merupakan komponen yang berperan dalam proses osteoporosis atau reduksi massa tulang yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Akibat osteoporosis ini, penderita sering merasakan nyeri, kehilangan kemampuan untuk bergerak, dan lebih berisiko mengalami patah tulang (fraktur). Jamur tiram dipilih sebagai objek penelitian mereka karena diketahui memiliki kandungan lovastatin yang berpotensi sebagai alternatif penghambat proses osteoklastogenesis, karena mampu meningkatkan diferensiasi osteoblas dan menghambat osteoklastogenesis. Jamur tiram juga merupakan salah satu jamur konsumsi yang saat ini cukup populer dan memiliki banyak nutrisi seperti protein, serat, karbohidrat, dan rendah lemak. Pada penelitian ini, mereka menggunakan pemodelan sel makrofag RAW264 yang diinduksi oleh Osteoclast Differentiation Factor (ODF). Penelitian dilakukan dengan mengamati aktivitas osteoklastogenesis dengan metode Tartrate-Resistant Acid Phosphatase (TRAP) Staining serta untuk memprediksi interaksi ikatan antara lovastatin dengan RANK-RANKL da MAP kinase dengan menggunakan molecular docking. Dari penelitian yang dilakukan, mereka menemukan data secara in vitro jamur tiram mampu menjadi agen anti osteoporosis dan mengurangi risiko osteoporosis melalui penghambatan proses osteoklastogenesis. “Penelitian ini menjadi langkah awal eksplorasi jamur tiram untuk agen anti-osteo yg prospektif, murah, aman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi yang efektif dan spesifik dalam penanganan penyakit osteoporosis tertarget melalui penghambatan osteoklastogenesis,” kata Yana. (@arif_rhakim)Baca Juga:Fahmi, Penyandang Disabilitas yang Diterima di UGMMengagumkan! Anak Pemulung Kuliah di FK UGM30 Persen Mahasiswa UGM Berasal dari Keluarga MiskinRektor UGM Beri Sepeda Onthel Untuk MahasiswaPenerjun Payung Sapa Mahasiswa Baru UGMLuar Biasa! Baru Berusia 15 Tahun, Nida Aqidatus Kuliah di UGMAnak dari Keluarga Berekonomi Lemah Ini Diterima di FEB UGM
Inilah lima mahasiswa Fakultas Farmasi UGM yang melakukan penelitian manfaat jamur tiram untuk mengurang risiko osteoporosis.[/caption] Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa Fakultas Farmasi UGM untuk mencari alternatif yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan bahan alam yang lebih aman, efektif, dan efisien, yaitu dengan memanfaatkan jamur tiram. Yana Bintoro Priambodo, Rien Larasati Arini, Aida Fathia, Devyanto Hadi, dan Asri Mega Putri melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan proses osteoklastogenesis dari ekstrak jamur tiram secara in vitro dan in silico. “Pada kasus osteoporosis, ketidakseimbangan jumlah osteoblas dan osteoklas menjadi pemicu utama penyakit ini. Apabila pembentukan osteoklas (osteoklastogenesis) dapat dihambat, maka proses resorpsi tulang akan berkurang. Oleh karena itu, penghambatan osteoklastogenesis dapat dijadikan pendekatan strategis untuk pengobatan osteoporosis,” tutur Yana di kampus UGM, Selasa (2/8/2016) seperti dikutip dari siaran pers Humas UGM. Osteoblas dan osteoklas, lanjutnya, merupakan komponen yang berperan dalam proses osteoporosis atau reduksi massa tulang yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Akibat osteoporosis ini, penderita sering merasakan nyeri, kehilangan kemampuan untuk bergerak, dan lebih berisiko mengalami patah tulang (fraktur). Jamur tiram dipilih sebagai objek penelitian mereka karena diketahui memiliki kandungan lovastatin yang berpotensi sebagai alternatif penghambat proses osteoklastogenesis, karena mampu meningkatkan diferensiasi osteoblas dan menghambat osteoklastogenesis. Jamur tiram juga merupakan salah satu jamur konsumsi yang saat ini cukup populer dan memiliki banyak nutrisi seperti protein, serat, karbohidrat, dan rendah lemak. Pada penelitian ini, mereka menggunakan pemodelan sel makrofag RAW264 yang diinduksi oleh Osteoclast Differentiation Factor (ODF). Penelitian dilakukan dengan mengamati aktivitas osteoklastogenesis dengan metode Tartrate-Resistant Acid Phosphatase (TRAP) Staining serta untuk memprediksi interaksi ikatan antara lovastatin dengan RANK-RANKL da MAP kinase dengan menggunakan molecular docking. Dari penelitian yang dilakukan, mereka menemukan data secara in vitro jamur tiram mampu menjadi agen anti osteoporosis dan mengurangi risiko osteoporosis melalui penghambatan proses osteoklastogenesis. “Penelitian ini menjadi langkah awal eksplorasi jamur tiram untuk agen anti-osteo yg prospektif, murah, aman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi yang efektif dan spesifik dalam penanganan penyakit osteoporosis tertarget melalui penghambatan osteoklastogenesis,” kata Yana. (@arif_rhakim)Baca Juga:Fahmi, Penyandang Disabilitas yang Diterima di UGMMengagumkan! Anak Pemulung Kuliah di FK UGM30 Persen Mahasiswa UGM Berasal dari Keluarga MiskinRektor UGM Beri Sepeda Onthel Untuk MahasiswaPenerjun Payung Sapa Mahasiswa Baru UGMLuar Biasa! Baru Berusia 15 Tahun, Nida Aqidatus Kuliah di UGMAnak dari Keluarga Berekonomi Lemah Ini Diterima di FEB UGM




























