Cegah Produk Ilegal, KKP Terapkan Program Ketelusuran

Jakarta, Obsessionnews.com - Selain menangani penangkapan ikan ilegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga fokus untuk meningkatkan investasi selama masa transisi menuju perikanan berkelanjutan. Selain itu pihaknya juga menggalang kerja sama dengan negara-negara berkembang untuk lebih meningkatkan kepatuhannya dalam melaksanakan program ketelusuran (traceability) ikan dan produk perikanan. Sistem ketelusuran diterapkan agar produk perikanan berkualitas, dapat dilacak dari titik saat penangkapan hingga ke tangan konsumen, sehingga dapat mencegah masuknya produk ilegal ke dalam rantai pasokan di tingkat global. Hal ini sangat penting untuk mengurangi praktek illegal fishing dan penipuan produk perikanan. Direktur Pengembangan Investasi, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Anang Noegroho mengatakan KKP telah menargetkan investasi dari swasta sebesar Rp 15 triliun untuk 2016. “Kita punya rencana investasi khusus investasi swasta. Kita harapkan realisasi Rp 15 triliun. Catatan kemarin sudah mencapai Rp 10,3 triliun. Investasi yang dicatat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ditambah minat investasi di luar perizinan," terang Anang saat bertemu Wartawan dalam gelaran Journalist Business Meeting di Ruang Rapat GF, Gedung Mina Bahari I Jakarta, Jumat (22/7/2016). Selain investasi, hal penting lainnya yang disoroti adalah kualitas produk perikanan tangkap maupun budidaya serta sistem ketelusuran perikanan di Indonesia dari penegakan hukum dan pemberdayaan sumber daya manusia kelautan dan perikanan. Journalist Business Meeting (JBM) merupakan gelaran acara jelang Ministerial Meeting on Treacibility of Fish and Fisheries Product sebagai rangkaian Regional Fisheries Summit pada 27-28 Juli mendatang di Shangri-La Hotel Jakarta. (Aprilia Rahapit)





























