Pencari Kerja Depresi, Kemensos Siapkan 3 Panti Psikotik

Surabaya, Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tidak semua warga yang mengadu nasib ke kota-kota besar seperti Jakarta berhasil mendapatkan pekerjaaan yang diinginkan, sehingga mengalami depresi. “Mereka yang berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan tentu saja bahagia. Namun, bagi mereka yang tidak mendapatkannya dan tidak siap bisa depresi, ” ujar Mensos di SMA Khadijah, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/7/2016). Bagi mereka yang mengalami depresi, kata Mensos, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan tiga panti psikotik yang berada di Jakarta dengan kapasitas tampung sebanyak 1000 klien. “Bagi warga yang tidak mendapatkan kerja yang diinginkan tak sedikit mengalami depresi, maka disiapkan tiga panti psikotik di Jakarta dengan kapasitas 1000 klien, ” ucapnya. Banyaknya warga mengadu nasib ke kota-kota besar di Indonesia, itu pilihan yang dijamin konstitusi. Namun, mesti dibekali diri dengan berbagai keterampilan agar bisa bersaing di tengah ketatnya lapangan kerja. “Setiap warga negara bisa pergi kemana saja di wilayah NKRI untuk berupaya mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Tapi sudah semestinya memilikli keterampilan, ” tandasnya. Bagi warga yang belum memiliki keterampilan, maka mereka bisa dilatih di daerah asal yang melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, seperti pelatihan kejuruan (vocational training) dan kursus singkat (short course). “Bekali diri dengan berbagai keterampilan, baru kemudian jika pilihannya mencari pengalaman dan ingin mendaptkan penghidupan lebih baik dan bisa memilih daerah mana yang bisa mewujudkan keinginan, ” katanya. Saat ini, sudah banyak desa-desa yang mengembangkan sentra-sentra ekonomi produktif yang didukung dengan anggaran dari pemerintah pusat per desa Rp 1,2 miliar hingga Rp 2 miliar untuk seluruh desa di Indonesia. “Bantuan untuk setiap desa Rp 1,2 – 2 miliar bisa membangun sentra-sentra ekonomi produktif dan warga tidak perlu pergi ke kota-kota besar karena di desa sendiri ada usaha yang menjanjikan buat masa depan, ” tegasnya. Dalam pelaksanaan di lapangan, pengelolaan dan penggunaan anggara desa bisa disinergikan dengan Perguruan Tinggi setempat agar mendapatkan pendampingan dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. “Pengelolaan dan perencanaan dana desa bisa disinergikan dengan Perguruan Tinggi, termasuk memaksimalkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bisa tiga kali dalam setahun, ” tandasnya. (Dudy Supriyadi)





























