Sumbar Berantas Generasi Muda Putus Sekolah

Sijunjung, Obsessionnews.com - Pembangunan maju salahsatunya karena pendidikan di suatu daerah sudah memadai. Sebaliknya, kelemahan dari daerah-daerah yang terbelakang pembangunannya karena tingkat pendidikan masyarakatnya rendah. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit dalam sambutannya ketika bersafari Ramadhan di Masjid Nurul Huda Nagari Aie Amo Sumur Janiah, kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, Rabu mala, (22/6). Nasrul Abit dalam kesempatan itu mengajak para orangtua untuk menyekolahkan anak mereka setinggi mungkin untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Sumbar. Diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Sumbar yang putus sekolah, karena persaingan kemajuan zaman tidak terlepas dari kemajuan dunia pendidikan dan tingkat pendidikan masyarakat. "Selama ini kita menyadari kelemahan dari daerah-daerah yang terbelakang pembangunannya karena tingkat pendidikan masyarakatnya rendah, sehingga kemampuan untuk memajukan kehidupan keluarganya amat rendah, bagaimana pula masyarakat itun kita harapkan memajukan tempat tinggalnya," ujarnya. Nasrul Abit menyampaikan, setidak-tidaknya untuk menjadi PNS mesti tamatan Sarjana S1. Untuk tamatan SMA saat ini hampir tidak ada tempat kecuali untuk Satpam. Sedikit lebiih baik tamatan SMK dapat secara langsung mengabdikan dirinya untuk membuka lahan pekerjaan sesuatu profesi yang digelutinya pada saat sekolah.
Ia juga mengingatkan untuk tidak lalai dalam memanfaatkan waktu. "Jangan ada lagi masyarakat kita lebih lama menyia-nyiakan waktunya di kedai, tanpa ada produktifitas," ujarnya. "Kita sudah terlalu lama terlena, dalam kesenangan yang tidak sehat. Ma ota dikedai sesuatu budaya yang baik dalam memajukan komunikasi dan pengetahuan akan tetapi tidak mesti setiap hari dan mengabaikan tanggungjawab mencari pendapatan. Kita yakin untuk bermain di kedai itu membutuhkan uang, minimal untuk beli kopi, jika kita tidak punya pendapatan apa yang akan terjadi," tambahnya. Nasrul abit meminta seluruh masyarakat Sumbar untuk selalu beraktifitas yang produktif dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terkait daya saing daerah, mesti memiliki generasi yang baik, cerdas, bertaqwa dan mengikuti kemajuan teknologi. Oleh karena butuh peran dan perhatian para orang tua, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan masyarakat ikut serta memberikan perhatian dalam menjaga generasi tersebut terjauh dari narkoba, pergaulan bebas serta hal-hal lain yang merusak kehidupan mereka. Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyerahkan tiga gulungan tikar dan bantuan Rp 20 juta untuk pembangunan masjid. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwasata Busharman Bur, Kadis Perhubungan Amran, Kadis Perikanan Yosmeri, Kadis Pengelolaan Keuang daerah (PKD), Biro Sosial, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sijunjung. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Ia juga mengingatkan untuk tidak lalai dalam memanfaatkan waktu. "Jangan ada lagi masyarakat kita lebih lama menyia-nyiakan waktunya di kedai, tanpa ada produktifitas," ujarnya. "Kita sudah terlalu lama terlena, dalam kesenangan yang tidak sehat. Ma ota dikedai sesuatu budaya yang baik dalam memajukan komunikasi dan pengetahuan akan tetapi tidak mesti setiap hari dan mengabaikan tanggungjawab mencari pendapatan. Kita yakin untuk bermain di kedai itu membutuhkan uang, minimal untuk beli kopi, jika kita tidak punya pendapatan apa yang akan terjadi," tambahnya. Nasrul abit meminta seluruh masyarakat Sumbar untuk selalu beraktifitas yang produktif dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terkait daya saing daerah, mesti memiliki generasi yang baik, cerdas, bertaqwa dan mengikuti kemajuan teknologi. Oleh karena butuh peran dan perhatian para orang tua, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan masyarakat ikut serta memberikan perhatian dalam menjaga generasi tersebut terjauh dari narkoba, pergaulan bebas serta hal-hal lain yang merusak kehidupan mereka. Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyerahkan tiga gulungan tikar dan bantuan Rp 20 juta untuk pembangunan masjid. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwasata Busharman Bur, Kadis Perhubungan Amran, Kadis Perikanan Yosmeri, Kadis Pengelolaan Keuang daerah (PKD), Biro Sosial, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sijunjung. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























