Pemerintah Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Jokowi mengingatkan kepada pemerintah untuk mewaspadai terjadinya inflasi menjelang lebaran Idul Fitri, terutama yang harus diantisipasi adalah kenaikan harga-harga bahan pokok. Ia mengakui memang, harga-harga bahan pokok menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan, meski kementerian yang lain turut berperan, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN. "Karena juga bersentuhan langsung dengan hal-hal yang berkaitan dnegan inflasi. Kita jaga inflasi paling tidak harus di bawah 4 untuk tahun 2016," ujar Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6/2016). Untuk menekan inflasi ini, Presiden meminta agar menjelang Idul Fitri tidak terjadi kenaikan harga-harga. Dalam pemikiran Presiden, kenaikan harga-harga ini adalah kebiasaan setiap tahun. "Memang demandnya juga naik, tapi kalau supply-nya dikendalikan, digerojok supply yang lebih, saya kira tidak akan seperti ini," kata Presiden. Jokowi membandingkan dengan negara lain, dimana saat Natal dan Tahun Baru justru diadakan diskon besar-besaran. "Kita ini mau Idul Fitri nggak banyak diskon. Saya membayangkan ada ide itu. Tempat lain bisa, kenapa kita tidak bisa," ucap Presiden. Oleh karenanya, pada rapat terbatas sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan perubahan sehingga tidak terjadi kenaikan harga-harga. "Saya yakin itu mampu kita lakukan. Terkonsep, terencana, dan pelaksanaan implementasi di lapangan diikuti, karena nanti dampak dari kenaikan harga, yang terkena adalah rakyat kecil, termasuk petani, buruh tani, karena 82 persen petani kita adalah juga konsumen beras," katanya. (Has)





























