Cegah Ijazah Palsu, Ristekdikti Terapkan Online

Cegah Ijazah Palsu, Ristekdikti Terapkan Online
Tangsel, Obsessionnews - Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya pemalsuan ijazah, serta memudahkan pengecekan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meluncurkan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL) dan Penomoran Ijazah Nasional (PIN). SIVIL merupakan sistem verifikasi ijazah online yang terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), sehingga keabsahan seorang lulusan akan diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi. Manfaat lain dari layanan yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat ini adalah dapat digunakan untuk mengecek ijazah melalui salinan ijazah dengan cara memasukkan nomor yang terdapat pada ijazah. baca juga:DPR Dukung Nasir Berantas Ijazah Palsu Pengguna Ijazah Palsu Harus Dipenjara Anies Ancam Lembaga Penerbit Ijazah Palsu Sedangkan PIN merupakan nomor unik yang terdiri dari 14 digit angka berupa kode prodi, tahun kelulusan, dan nomor urut mahasiswa. PIN diperoleh seorang mahasiswa dan berlaku selama masa belajar di perguruan tinggi pada prodi tertentu. PIN disediakan untuk memudahkan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Sistem penomoran ini dibangkitkan secara otomatis dan dapat diakses oleh semua perguruan tinggi, serta dilengkapi dengan sistem pengaman berupa check-digit. Diharapkan PIN dapat menjadi salah satu solusi untuk pencegahan pemalsuan ijazah sekaligus menjamin keabsahan ijazah Indonesia. Dalam sambutannya Menteri Nasir mengungkapkan bahwa penerapan program ini akan terus disosialisasikan dan efektif diterapkan pada September 2016. “Ijazah palsu ini merugikan kita semua, termasuk perguruan tinggi yang namanya dicatut dalam ijazah fiktif,” tekan Menteri Nasir pada sambutannya di peluncuran SIVIL PIN, tepat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei lalu, seperti dilansir laman Ristekdikti.go.id, Selasa (10/5/2016) Bersama kita cegah dan minimalisir berbagai kecurangan dalam pendidikan tinggi demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. @reza_indrayana