Sambangi DDII, Yusril Optimis Maju Pilkada DKI

Sambangi DDII, Yusril Optimis Maju Pilkada DKI
Jakarta, Obsessionnews – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, optimis untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 nanti. Hal itu disampaikannya saat menyambangi Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Selasa (26/4/2016). "Saya optimis untuk maju Cagub DKI Jakarta di Pilkada 2017 ini," ujarnya penuh percaya diri. Kedatangan pakar hukum tata negara itu ke DDII sekaligus untuk menyampaikan program-program unggulannya jika nanti terpilih menjadi gubernur. Yusril antara lain menyebut sejumlah permasalahan Jakarta yang belum terselesaikan, seperti banjir, sampah dan permukiman kumuh. Menurut Yusril, masalah-masalah itu segera ditanganinya jika terpilih sebagai gubernur. Caranya, antara lain dengan menggandeng daerah-daerah penyangga untuk bekerja sama. "Masalah banjir tidak akan selesai kalau tidak ada kerja sama antara dua pemerintahan yaitu Jakarta dan Jawa barat (Bogor). Permasalahan sampah harus kerja sama antar Bekasi dengan Jakarta. Jadi harus ada koordinasinya antara Gubernur Jakarta dan Gubernur lainnya. Sedangkan masalah permukiman kumuh, kita harus benahi, bukannya disuruh pindah (gusur)," kata dia. Soal permasalahan sampah, Yusril berjanji akan mengatasinya. Yusril pun mengaku sudah memiliki ide agar masyarakat bisa peduli dengan sampah. "Saya punya ide untuk membeli sampah masyarakat. Nanti Masyarakat bisa mengumpulkan sampah di rumahnya. Kemudian dikelompokkan, mana sampah yang organik dan anorganik. Mana sampah plastik, kertas, kaca, mana sampah dari sisa makanan, sayuran, buah. Makin banyak sampah, kita beli. Dengan begitu kan tidak ada orang yang buang sampah sembarangan. Warga sayang buang sampah sembarangan, lebih baik dikumpulkan dan dijual," tuturnya. Pada kesempatan itu, Yusril juga menyinggung soal kawasan Luar Batang yang menurutnya pemprov DKI Jakarta harus mempertimbangkan keberadaannya dari aspek sejarah. "Saya harus mempertimbangkan aspek sejarahnya kampung-kampung tersebut. Bagi saya aspek sejarah harus kita pertahankan seperti makam luar Batang. Di situ ada makam penyebar Islam, kita hormatilah. Kultur masyarakat juga perlu dipertahankan, kenapa kita tidak benahi rumah-rumahnya? Kita bikin bersih. Bangun misalnya 6 lantai dengan di bawahnya nanti ada pasarnya," katanya. Yusril meyakini dengan terlaksananya beberapa program tadi, maka Jakarta akan tampil sebagai kota Kosmopolitan modern tetapi tetap religius dan menjadi kota yang produktif. "Saya menginginkan semua kebudayaan ada di sini (Jakarta). Jadi ke depan yang saya bayangkan kota yang kosmopolitan modern tapi tetap religius dan menjadi kota yang tetap produktif," pungkasnya. (Fath @imam_fath)