Upah Buruh Migran Paling Tinggi di Taiwan

Taipeh, Obsessionnews - Upah buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, paling tinggi di Taiwan. Di sana, TKI menerima upah minimum 17.000 dolar Taiwan atau Rp 6.915.727,00. “Gaji TKI sejak 1997 hanya 15.840 dolar Taiwan atau Rp6.443.830). Baru naik menjadi 17.000 dolar Taiwan sejak tahun 2015,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Devriel Sogia, seperti dilansir laman Kemnaker.go.id, Selasa (29/4). Baca juga:Athan RI Malaysia Beri Wawasan Kebangsaan Mensos: TKI Dideportasi, Kita Pulangkan Calo TKI Ada, Akibat Penempatan TKI Berbelit Polres Ungkap Perdagangan TKI dan Artis Prostitusi Polisi Grebek Penyalur TKI Ilegal Devriel yang jug pegawai Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, upah minimum tersebut berhasil dinaikan setelah KDEI bersama beberapa kantor perwakilan negara-negara Asia lain bertemu dan mengajukannya ke pihak Taiwan. Menurutnya, TKI yang saat ini berjumlah 238.000 orang di Taiwan dikenal sebagai pekerja yang sangat disukai oleh penggunanya di pulau Formosa tersebut. “Pekerja Indonesia dikenal setia, tekun dan tidak macam-macam karena buat mereka yang penting gaji dibayarkan tepat waktu, dan pengguna di Taiwan menyukai itu,” kata Davriel. Pada kesempatan tersebut, Devriel berharap kepada para agen pengerah TKI di tanah air untuk terus menyiapkan calon tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri dengan baik. Calon TKI harus mendapat pelatihan berbagai keterampilan sesuai dengan kebutuhan di negara penempatan. Selain itu, TKI juga harus mendapat pemahaman tentang kultur dan budaya negara penempatan. Hal terebut penting, dimana TKI akan lebih nyaman bekerja ketika mengetahui kultur lingkungan kerjanya. Beberapa hal yang harus dipersiapkan TKI, seperti keterampilan, bahasa, pemahaman tentang kultur negara penempatan, serta kesiapan dan kesehatan secara fisik dan psikis. “Yang penting dipersiapkan juga adalah mental mereka agar tidak mengalami cultural shock (keterkejutan budaya dan kebiasaan) di negara penempatan,” Davriel menambahkan. Lebih lanjut, Davriel mengatakan bahwa pihaknya kini terus mendatangkan ustadz-ustadz dari tanah air untuk memberi pencerahan dan bimbingan mental bagi TKI di Taiwan. @reza_indrayana





























