Agus Pelaku Mutilasi Ditangkap di RM Padang

Surabaya, Obsessionnews - Tersangka pelaku mutilasi ibu hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, Agus alias Kusmayadi ditangkap saat makan di Rumah Makan (RM) Padang di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/4). Penangkapan dilakukan tim gabungan Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang, seperti dilansir Antara. Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti dan Kepala Subdit Jatanras Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan pada Rabu 20 April 2016. Agus ditangkap ketika dia akan menemui salah satu temannya. Ternyata Agus sudah lama bekerja di restoran padang tersebut. Tangan Agus diikat dengan kabel plastik. Baca juga: Keberadaan Pelaku Mutilasi Cipuka Diketahui Inilah FOTO Pemutilasi di CikupaPolisi Cari Potongan Mutilasi di Cikup Krishna Murti sempat menuliskan di akun Twitternya “Dia (Agus) Sering melihat saya di TV, beruntung bisa berfoto dengan saya, psycho juga nih orang”. Agus dinyatakan menjadi buronan ketika polisi mencurigai dia sebagai tersangka mutilasi ibu hamil yang bernama Bur Astiyah 34 tahun alias Nuri di Jalan Haji Mallik, Kampung Telaga Sari, RT 12 RW 01 Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. [caption id="attachment_118983" align="alignleft" width="336"]
Korban mutilasi.[/caption] Kasus mutilasi sadis ini terungkap ketika seorang warta mencium bau yang tidak sedap dari kontrakan korban. Mengetahui hal tersebut, warga segera melaporkan ke pihak polisi pada Rabu 3 April 2016. Tim kedokteran sendiri telah menetapkan bahwa korban telah meninggal sejak tiga hari sebelum jasadnya ditemukan oleh warga. Nuri dan Agus sendiri diketahui bekerja di tempat makan yang sama di Tangerang. Agus menduduki posisi sebagai kepala rumah makan, sedangkan Nuri berada di bagian kasir. Keduanya diduga telah menikah siri walaupun diketahui Agus sudah memiliki keluarga. Sementara itu jasad mutilasi ibu hamil ini masih diamankan dan belum diambil oleh pihak keluarga di Malingping, Lebak, Banten. Hal ini karena jasad Nuri tengah ditangani oleh tim DVI guna tes DNA. Selama ini identitas korban masih berdasarkan keterangan dari para saksi. Masih belum terbukti secara forensik berdasarkan tes DNA. Dengan demikian, masih belum diketahui kepastiannya apakah jasad itu benar-benar Nuri.@reza_indrayana
Korban mutilasi.[/caption] Kasus mutilasi sadis ini terungkap ketika seorang warta mencium bau yang tidak sedap dari kontrakan korban. Mengetahui hal tersebut, warga segera melaporkan ke pihak polisi pada Rabu 3 April 2016. Tim kedokteran sendiri telah menetapkan bahwa korban telah meninggal sejak tiga hari sebelum jasadnya ditemukan oleh warga. Nuri dan Agus sendiri diketahui bekerja di tempat makan yang sama di Tangerang. Agus menduduki posisi sebagai kepala rumah makan, sedangkan Nuri berada di bagian kasir. Keduanya diduga telah menikah siri walaupun diketahui Agus sudah memiliki keluarga. Sementara itu jasad mutilasi ibu hamil ini masih diamankan dan belum diambil oleh pihak keluarga di Malingping, Lebak, Banten. Hal ini karena jasad Nuri tengah ditangani oleh tim DVI guna tes DNA. Selama ini identitas korban masih berdasarkan keterangan dari para saksi. Masih belum terbukti secara forensik berdasarkan tes DNA. Dengan demikian, masih belum diketahui kepastiannya apakah jasad itu benar-benar Nuri.@reza_indrayana 



























