Genjot Ekspor ke Jepang, Kemendag Gandeng Wakayama

Jakarta, Obsessionnews - Guna menggenjot ekspor produk Indonesia ke Jepang, Kementerian Perdagangan (Kemendag) gandeng Prefektur Wakayama. Buat kesepakatan bersama saling mempromosikan ekspor antar kedua negara. “Kami berkomitmen saling mendukung promosi ekspor yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak untuk meningkatkan perdagangan,” jelas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak, usai menandatangani kesepakatan, di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2016), seperti dilansir laman kemendag.go.id. Baca juga:Ekspor Furniture Capai USD 5 Miliar Ekspor Minyak Sawit Kalahkan MigasINKA Ekspor 15 Gerbong ke Bangladesh Kerjasama meliputi pertukaran informasi, penyelenggaraan seminar, partisipasi dalam pameran internasional, penyelenggaraan misi dagang, pengembangan produk, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang disepakati bersama. “Kerjasama ini penting dan strategis bagi Indonesia karena Jepang merupakan pasar ekspor Indonesia. Pada tahun 2015, Jepang merupakan negara tujuan ekspor produk Indonesia ke-3 setelah Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT),” lanjutnya. Sekedar diketahui, total nilai perdagangan Indonesia dan Jepang pada Januari-Februari 2016 turun 19,48% menjadi US$4,68 milliar dibandingkan periode yang sama pada 2015. Dari total nilai perdagangan tersebut, nilai ekspor non-migas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar US$2,16 miliar dan nilai impor non-migas Indonesia dari Jepang sebesar US$1,93 miliar. Terlihat bahwa Indonesia mengalami surplus sebesar US$234,86 juta. Menurut Nus, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang pasar di Prefektur Wakayama. Prefektur Wakayama merupakan salah satu prefektur di Jepang yang dikenal luas dengan industri manufaktur, kimia, dan pariwisata. “Indonesia dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan mengekspor produk furniture, home decor, herbal atau spa ke hotel atau resor yang tersebar di daerah Wakayama. Selain itu, juga untuk promosi produk halal. Jepang akan menjadi penyelenggara Olimpiade 2020,” ungkapnya. Investasi Pengolahan Minyak Nabati Selain menandatangani joint statement, Pemerintah Prefektur Wakayama juga tengah menjajaki kemungkinan investasi pengolahan minyak nabati berbahan baku sekam padi. “Sebagai negara penghasil beras ke-3 terbesar di dunia setelah RRT dan India, hal ini merupakan peluang bagi produsen beras Indonesia untuk mengolah limbah beras menjadi produk yang lebih bernilai tambah,” tandas Nus. Pada tanggal yang sama, Pemerintah Prefektur Wakayama juga menyelenggarakan seminar untuk mempromosikan Prefektur Wakayama di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta. Seminar diselenggarakan atas kerja sama dengan Kemendag dan KADIN Indonesia. Hadir dalam seminar tersebut delegasi dari Prefektur Wakayama dan para pelaku usaha Indonesia, baik yang bergerak di sektor perdagangan, investasi, maupun pariwisata. Sementara, Gubernur Prefektur Wakayama Yoshinobu Nisaka menyambut antusias kerja sama tersebut. “Kerja sama ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam hal hubungan ekonomi dan budaya kedua negara, terlebih mengingat histori hubungan Indonesia dan Jepang yang sangat kuat,” kata Yoshinobu.@reza_indrayana





























