Wow! Ada Operasi 7 Samurai Importir Matikan Industri Gula Rafinasi

Wow! Ada Operasi 7 Samurai Importir Matikan Industri Gula Rafinasi
Jakarta, Obsessionnews – Wow! Ada Operasi Senyap Mafia Importir Gula Kristal Putih yang sengaja melakukan operasi senyap untuk melakukan black campaign terhadap Industri Gula Rafinasi di Indonesia. “Begini cara kerja pertama mengadu domba antara petani tebu pan Pabrik gula putih kristal dengan industri gula rafinasi yaitu dengan cara menggunakan usaha makanan dan minuman fiktif untuk membeli gula dari industri rafinasi,” ungkap Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi, Minggu (10/4/2016). “Kemudian Gula rafinasi tersebut dijual kembali atau dirembeskan ke pasar pasar ,hal ini terbukti dengan investigasi tim pencari fakta Serikat Tani Nasional ke daerah seperti di Cimahi, Purwokerto, Banjarnegara, Gunung Kidul, Surabaya, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Bekasi, Depok, dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan gula pasir tebu,” tambahnya. Firman membeberkan, dari investigasi IDM ke pedagang pasar di kota-kota yang terjadi rembesan gula rafinasi, menurut pedagang mereka mengatakan membeli gula rafinasi yang dipacking dalam karung tanpa merk dari mobil yang berkeliling dan hal ini tentu sangat merugikan industri gula rafinasi nasional. “Dengan begitu industri gula rafinasi nasional akan dituduh menjual Gula rafinasi langsung ke pasar dan dijadikan sebagai musuh bersama petani tebu,” paparnya. Menurut Firman, Patut diduga ini seperti operasi kontra intelejen yang dilakukan oleh mafia import gula putih dan para peyelundup gula putih kristal untuk menghancurkan industri gula rafinasi yang masih sangat diperlukan untuk memasok Industri makanan dan minuman. Karena itu, menurutnya, patut dicurigai ada upaya besar dari para mafia import gula putih yang terkenal dengan sebutan 7 Samurai Gula yang sudah dicabut izin saat pemerintahan SBY-Boediono karena akibat ulah 7 samurai importir gula putih kristal saat itu selalu menyebabkan harga gula yang tinggi akibat ulah mereka dan telah menyebabkan inflasi pangan dan hal ini merupakan contoh lain kegagalan Presiden SBY dalam sektor komoditas. Ia juga menambahkan, sebelum 6 bulan lalu Menko Maritim Rizal Ramli sudah mensinyalir akan adanya gerakan 7 Samurai Gula putih import yang akan masuk lagi ke Indonesia tanpa melalui proses rafinasi di Indonesia, Rizal Ramli berjanji akan menumpad 7 Samurai Gula putih import Oleh sebab itu, tegasnya, IDM mengingatkan pada Presiden Joko Widodo agar jangan sampai akibat Rekomendasi Panja Gula DPR tertipu oleh ulah 7 Samurai Importir gula putih. “Sebab hal ini seperti ada benang merah antara pernyataan Wakil Ketua Panja Gula DPR Abdul Wahid yang meminta pemerintah mencabut 9 izin industri gula rafinasi dengan operasi agenda setting oleh Tujuh Samurai Importir Gula putih yang ingin mendapatkan izin import gula putih kristal yang selalu merugikan masyarakat dan petani tebu,” bongkarnya. Firman menegaskan, IDM juga menyayangkan sikap Kader Partai Gerindra Abdul Wahid yang kurang mengerti tentang tata niaga gula nasional dan tidak berpihak pada masyarakat yang menjalankan usaha kecil menengah di sektor makanan dan minuman yang membutuhkan produk industri gula rafinasi dimana UKM merupakan cerminan ekonomi kerakyatan. “Sebaiknya Gerindra memanggil Abdul Wahid dan menariknya dari Panja Gula DPR karena akan membuat simpatik masyarakat menurun terhadap Gerindra,” tuturnya. IDM juga mendesak pada aparat penegak hukum untuk menindak para pengacau tata niaga gula di pasar yang didalangi oleh 7 Samurai gula dengan sengaja merembeskan gula rafinasi ke pasar-pasar agar terjadi black propaganda pada industri gula rafinasi. Diungkapkan pula, sebagai catatan bahwa gula putih kristal yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik gula dalam negeri dari tebu perkebunan rakyat dan perkebunan perusahaan /BUMN hanya bisa mencapai 2 juta/metrik ton kebutuhan untuk tahun 2016. Sedangkan kebutuhan komsumsi Gula Nasional mencapai 5.97 Juta metrik ton. “Karena itu, keberadaan Industri Gula rafinasi sangat dibutuhkan untuk menjaga angka inflansi nasional dari sektor harga komsumsi gula nasional dan disisi lain Industri Gula rafinasi jauh lebih memberikan efek trickle down ekomsumsi ekonomi nasional karena gula rafinasi atau raw sugar diproses di dalam negeri untuk dijadikan gula putih,” tandas Firman. (Ars)