Mendag Khawatir, Neraca Surplus Turun 16,7 Persen

Mendag Khawatir, Neraca Surplus Turun 16,7 Persen
Jakarta, Obsessionnews- Menyusul kekhawatiran neraca surplus yang menurun hingga 16,7 persen, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) ingin perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dapat segera dimulai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir (2011-2015) menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa turun sekitar 5,4 persen per tahun. Hal itu berdampak pada penurunan surplus neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar14,5 persen per tahun pada periode yang sama. Sementara itu, pada tahun 2015 nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa hanya mencapai USD 3,5 miliar atau turun 16,7 persen dibandingkan nilai tahun sebelumnya yang mencapai USD 4,2 miliar. Kondisi tersebut membuat Mendag Tom menyadari peran Indonsia dalam regional value chain perlu ditingkatkan seiring persaingan ketat antar negara dalam konteks global. "Scoping paper IEU CEPA akan digunakan sebagai basis aspirasional untuk masuk ke tahapan perundingan IEU CEPA. Kami sepakat finalisasinya akan dipercepat dengan komunikasi pada tingkat tinggi yang lebih intensif agar perundingan dapat diluncurkan pada kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Brussel pada akhir April 2016," terang Mendag Tom melalui email siaran pers-nya kepada Obsessionnews.com, Kamis (7/4/2016) Sementara itu ia juga mengungkapkan ekspor Indonesia ke Uni Eropa masih di dominasi produk primer pertanian seperti, minyak kelapa sawit, karet alam dan kopra. Sebaliknya produk impor Indonesia dari Uni Eropa didominasi produk-produk industri seperti, peralatan telekomunikasi, suku cadang pesawat terbang, permesinan, dan obat-obatan. Tak hanya itu dari sisi penanaman modal asing, nilai realisasi investasi Uni Eropa di Indonesia juga cenderung menurun. Pada 2014 investasi Uni Eropa di Indonesia mencapai USD 3,8 miliar dan turun menjadi USD 2,3 miliar pada tahun 2015. Yang saat ini investasi Uni Eropa hanya menempati peringkat keempat terbesar bagi Indonesia. Oleh karenanya Mendag Tom optimis IEU CEPA dapat menciptakan tingginya akses pasar, fasilitasi, dan kerja sama ekonomi dibidang perdagangan barang dan jasa, investasi dan lainnya. "IEU CEPA akan menjadi pendorong bagi peningkatan daya saing produk Indonesia dipasar Uni Eropa serta meningkatkan peran Indonesia dalam global value chain," Tegas Mendag Sebelumnya, Mendag Tom bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin telah melakukan pertemuan dengan pihak Komisi Eropa guna membahas scoping paper IEU CEPA pada kunjungannya ke Brussel pada 4-5 April 2016. (Aprilia Rahapit)