Merchandise Teman Ahok Laku Keras

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok akan maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ia menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya di Pilkada DKI 2017. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3/2016) lalu. [caption id="attachment_112684" align="alignleft" width="355"]
Penjualan barang untuk biaya gerakan penggalangan sejuta KTP untuk duet Ahok-Heru.[/caption] Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP sebagai syarat untuk maju melalui jalur independen. Gerakan penggalangan dukungan sejuta KTP dilakukan Teman Ahok. Relawan Teman Ahok berjualan kaos dan merchandise berupa gelang untuk membiayai gerakan penggalangan sejuta KTP Tingginya antusiasme masyarakat terhadap merchandise Teman Ahok menyebabkan terjadinya kelangkaan persediaan barang. Hal ini mengakibatkan banyak warga yang kecewa karena tidak kunjung memperoleh merchandise yang dikehendaki meski telah menunggu atau memesan lama. Kelangkaan ini diakui oleh juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, karena pemodalan merchandise menggunakan sistem crowdfunding. “Alhamdulillah, karena tingginya antusiasme warga, penjualan merchandise kami laku keras. Saat ini kami sudah maksimalkan pengadaan barang, tapi setiap hari juga selalu habis. Ini karena sistem kita kan crowdfunding,” kata Amalia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com Jumat (1/4/2016). Sistem pendanaan crowdfunding adalah langkah yang dipilih untuk mendanai gerakan Teman Ahok. Hal ini dilakukan untuk menghindari donasi dana tunai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sekaligus menjaga gerakan tetap transparan. Dari modal bersama sebagai modal pertama, merchandise Teman Ahok awalnya diproduksi dalam jumlah kecil. “Jumlah produksi ini terus bertambah seiring dengan jumlah keuntungan bersih yang semakin besar meski sudah dipotong kebutuhan operasional gerakan. Sehingga produksi merchandise Teman Ahok memang memakan waktu supaya oplahnya besar, tidak bisa dilakukan langsung secara besar-besaran,” papar Amalia. Karena keterbatasan produksi tersebut, Amalia mengajukan permohonan maaf pada warga yang merasa dikecewakan. Dia berharap, langkanya persediaan merchandise ini tidak sampai menyurutkan animo masyarakat dalam mendanai gerakan Teman Ahok melalui pembelian merchandise. “Kami meminta maaf kepada semua warga yang dikecewakan. Namun kelangkaan ini jangan sampai membuat warga tidak jadi membeli,” ucapnya. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli merchandise yang mengatasnamakan Teman Ahok. Karena belakangan banyak kaos yang mengatasnamakan Teman Ahok dan dukungan untuk Teman Ahok, padahal dijual bebas hanya untuk keperluan komersial. “Kami sih nggak masalah kalau ada pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk berbisnis. Tapi kita sekadar mengingatkan bahwa penjualan kaos di luar merchandise resmi Teman Ahok itu tidak berkontribusi untuk gerakan,” tuturnya. Amalia menegaskan kekhawatirannya pada pembohongan publik yang mungkin terjadi dari beredarnya merchandise yang mengatasnamakan Teman Ahok. “Jadi jangan sampai ada teman-teman yang membeli dengan niat menyumbang atau crowdfunding karena penjualan mengatasnamakan dukungan terhadap Teman Ahok, tapi ternyata niatnya nggak tersampaikan,” tuturnya. Dia menjelaskan merchandise resmi Teman Ahok hanya bisa dibeli lewat online dan posko-posko, dan membutuhkan kesabaran. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga: Relawan Ahok Laporkan Yusron ke Bareskrim PolriAhok dan Nazar Habiburokhman Terjun dari MonasWow, Keren! Dukungan KTP Ahok-Heru Kalahkan Delapan ParpolDahsyat! Elektabilitas Ahok Kalahkan YusrilLuar Biasa! Dukungan KTP Ahok-Heru Meroket
Penjualan barang untuk biaya gerakan penggalangan sejuta KTP untuk duet Ahok-Heru.[/caption] Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP sebagai syarat untuk maju melalui jalur independen. Gerakan penggalangan dukungan sejuta KTP dilakukan Teman Ahok. Relawan Teman Ahok berjualan kaos dan merchandise berupa gelang untuk membiayai gerakan penggalangan sejuta KTP Tingginya antusiasme masyarakat terhadap merchandise Teman Ahok menyebabkan terjadinya kelangkaan persediaan barang. Hal ini mengakibatkan banyak warga yang kecewa karena tidak kunjung memperoleh merchandise yang dikehendaki meski telah menunggu atau memesan lama. Kelangkaan ini diakui oleh juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, karena pemodalan merchandise menggunakan sistem crowdfunding. “Alhamdulillah, karena tingginya antusiasme warga, penjualan merchandise kami laku keras. Saat ini kami sudah maksimalkan pengadaan barang, tapi setiap hari juga selalu habis. Ini karena sistem kita kan crowdfunding,” kata Amalia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com Jumat (1/4/2016). Sistem pendanaan crowdfunding adalah langkah yang dipilih untuk mendanai gerakan Teman Ahok. Hal ini dilakukan untuk menghindari donasi dana tunai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sekaligus menjaga gerakan tetap transparan. Dari modal bersama sebagai modal pertama, merchandise Teman Ahok awalnya diproduksi dalam jumlah kecil. “Jumlah produksi ini terus bertambah seiring dengan jumlah keuntungan bersih yang semakin besar meski sudah dipotong kebutuhan operasional gerakan. Sehingga produksi merchandise Teman Ahok memang memakan waktu supaya oplahnya besar, tidak bisa dilakukan langsung secara besar-besaran,” papar Amalia. Karena keterbatasan produksi tersebut, Amalia mengajukan permohonan maaf pada warga yang merasa dikecewakan. Dia berharap, langkanya persediaan merchandise ini tidak sampai menyurutkan animo masyarakat dalam mendanai gerakan Teman Ahok melalui pembelian merchandise. “Kami meminta maaf kepada semua warga yang dikecewakan. Namun kelangkaan ini jangan sampai membuat warga tidak jadi membeli,” ucapnya. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli merchandise yang mengatasnamakan Teman Ahok. Karena belakangan banyak kaos yang mengatasnamakan Teman Ahok dan dukungan untuk Teman Ahok, padahal dijual bebas hanya untuk keperluan komersial. “Kami sih nggak masalah kalau ada pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk berbisnis. Tapi kita sekadar mengingatkan bahwa penjualan kaos di luar merchandise resmi Teman Ahok itu tidak berkontribusi untuk gerakan,” tuturnya. Amalia menegaskan kekhawatirannya pada pembohongan publik yang mungkin terjadi dari beredarnya merchandise yang mengatasnamakan Teman Ahok. “Jadi jangan sampai ada teman-teman yang membeli dengan niat menyumbang atau crowdfunding karena penjualan mengatasnamakan dukungan terhadap Teman Ahok, tapi ternyata niatnya nggak tersampaikan,” tuturnya. Dia menjelaskan merchandise resmi Teman Ahok hanya bisa dibeli lewat online dan posko-posko, dan membutuhkan kesabaran. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga: Relawan Ahok Laporkan Yusron ke Bareskrim PolriAhok dan Nazar Habiburokhman Terjun dari MonasWow, Keren! Dukungan KTP Ahok-Heru Kalahkan Delapan ParpolDahsyat! Elektabilitas Ahok Kalahkan YusrilLuar Biasa! Dukungan KTP Ahok-Heru Meroket 




























