Mahasiswa ITB Juara 1 Karya Ilmiah Biodiesel Berbasis Mikroalga

Mahasiswa ITB Juara 1 Karya Ilmiah Biodiesel Berbasis Mikroalga
Bandung, Obsessionnews - Tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah dalam kompetisi MIPA Untuk Negeri di Universitas Indonesia (UI) pada Kamis (24/3/2016). Tiga mahasiswa tersebut adalah Endang Rahmat, Hamdin Kifahul Muhajir, dan Muhammad Ramadhan Kadar dari Jurusan Rekayasa Hayati 2014 yang berhasil menyusun karya ilmiah yang berjudul " Teknik Peningkatan Produktivitas Mikroalga Botryococcus braunii sebagai Sumber Bahan Baku Biodiesel di Indonesia". Karya terserbut dapat menjadi inspirasi dalam pembangunan Indonesia selanjutnya. Dalam karya ilmiah tersebut disebutkan mningkatnya populasi penduduk Indonesia berdampak pada peningkatan kebutuhan energi terbarukan. Menurut Hamdin, peningkatan ini berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan baku energy fosil yang masih digunakan sebagai sumber energy utama dan kini justru semakin berkurang. "Solusi atas kelangkaan tersebut beriringan pula dengan upaya mengurangi perubahan iklim global akibat energi fosil, mahasiswa ITB berinovasi dalam menghasilkan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan," jelas Hamdin. Sebagai negeri berpredikat megabiodiversiti atau tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, jelas Hamdin salah satu sumber energi hayati yang berpotensi adalah mikroalga. Hamdin menjelaskan, variasi jenis yang tinggi pada organisme tersebut dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber bahan baku bioefuel menjadi dasar pemilihan jenis mikroorganisme tersebut. Selain itu, timpalnya spesies mikroalga yang berpotensi sebagai bahan baku biofuel adalah Botrycoccus braunii yaitu mikroalga endemik perairan Indonesia dan umumnya tumbuh baik di air tawar. Sekitar 75% berat kering mikroalga tersebut menurut Hamdin berupa kandungan minyak yang dikategorikan sangat tinggi. Dengan persentasi yang tinggi tersebut, semakin besar peluang pemanfaatan Botrycoccus braunii. "Jadi intinya kami ingin meningkatkan yield (perolehan, -red) dari mikroalga Botryococcus braunii. Dengan cara optimasi pada setiap tahapannya mulai kultivasi, pemanenan hingga ekstraksi," katanya. mhs itb juara- Botrycoccus braunii ujar Hamdin sangat potensial, kandungan minyaknya bisa sampai 70-75%, selain itu bisa tumbuh di mana-mana, pertumbuhannya juga cepat, memiliki produktivitas lebih tinggi dari kelapa sawit. Keuntungan lainnya, bisa menyerap karbon dioksida. Oleh karena keuntungan-keuntungan tersebut maka kita merasa perlu organisme ini untuk dioptimasi," ungkap Hamdin. Hamdin menambahkan pada tahap kultivasi, optimasi atau inovasi dapat dilakukan dengan metode greencycle yaitu dengan merekayasa fase heterotrof mikroalga tersebut. Proses pengolahan produk biodiesel dari mikroalga sangat memerlukan teknik khusus yang sesuai. Produktivitas dan yield minyak yang dihasilkan dari spesies mikroalga tersebut sangat dipengaruhi teknik budidaya, pemanenan, hingga ekstraksi kandungan minyak Botrycoccus braunii. Ke-3 mahasiswa ITB tersebut telah merancang berbagai optimasi di antaranya, dari teknik budidaya melalui kultur Botrycoccus braunii yang digunakan, ternyata mengombinasikan konsep "green cycle" dengan sistem kultur semi kontinyu. Sistem ini dapat menghasilkan biomassa optimal dan dapat menjaga stabilitas kondisi kualitas air kultur. Optimasi yang diakukan, ternyata dapat meningkatkan laju pertumbuhan, yaitu dengan indicator tercapainya doubling time yang beberapa kali lebih cepat. Kemudian, peningkatan biomassa Botrycoccus braunii dapat dioptimalkan melalui pemanenan yang efektif dan tepat. Tim ITB ini memilih flokulan NaOH yang terbukti memiliki kemampuan dapat mengendapkan 80% biomassa dengan biaya yang relatif terjangkau. Kemudian pada ekstraksi minyak, digunakan metode supercritical fluid extraction yang memiliki kapasitas ekstraksi untuk menghasilkan produk 100% minyak yang terkandung dalam biomassa Botrycoccus braunii. Inovasi-inovasi teknik kultivasi, pemanenan, dan ekstraksi tersebut terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan yield minyak yang dihasilkan oleh Botrycoccus braunii sebagai bahan baku biodiesel. "Alhamdulillah bisa meneruskan trend juara ITB khususnya terkait sebagai mahasiswa Rekayasa Hayati. Harapannya bisa lebih banyak mahasiswa ITB yang berpartisipasi lagi di event-event Nasional semacam gini dan stakeholder terkait bisa lebih men-support juga," ucap Hamdin. (Dudy Supriyadi)