Relokasi Korban Longsor Banjarnegara Tunggu Hasil Penelitian Kontur Tanah

Relokasi Korban Longsor Banjarnegara Tunggu Hasil Penelitian Kontur Tanah
Semarang, Obsessionnews - Ratusan korban bencana tanah longsor di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), harus menunggu hasil penelitian kontur tanah dari petugas Badan Vulkanologi Jateng, sebelum bisa direlokasi ke tempat aman. Sebab, lokasi tanah yang terus bergerak belum bisa ditentukan bisa dihuni kembali atau tidak. "Badan Vulkanologi dan petugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini masih mengecek lokasi bencana," ujar Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana di Gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (28/3/2016). Keputusan apakah tanah di lokasi kejadian layak ditempati atau harus ditinggalkan secepatnya perlu dilakukan mengingat pergerakan tanah setiap 2 jam sekali. Jika memang harus ditinggalkan, pihaknya mengaku telah menyiapkan pilihan untuk warga terdampak bencana longsor. "Tapi, jangan sampai pengalaman longsor Si Jeruk yang dulu direlokasi daerah aman, ternyata kena longsor kembali. Maka hal itu tidak lepas dari rekomendasi akhir dari Badan Vulkanologi dan ESDM, supaya permanen dan tetap aman," jelasnya. Terlebih, hasil pemutakhiran BPBD, sejak 27 Maret 2015 lalu, setidaknya sudah terjadi 5 kali longsoran tanah di lokasi kejadian dan membuat rumah-rumah rusak serta jalan dan jembatan hancur. "Ini sudah bahaya sekali karena ada 15 rumah rusak parah karena tanahnya tergerus. Kondisi kultur tanah masih bergerak tiap dua jam sekali," sambungnya. Terkait dana relokasi korban longsor, Sarwa mengaku tiap kepala keluarga membutuhkan duit senilai Rp 35 juta. Dana tersebut berasal dari BNPB Rp 20 juta serta dana tak terduga dari Pemprov Jateng Rp 15 juta. Sedangkan, perbaikan infrastruktur ditanggung APBD kabupaten setempat. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)