Waspada! Leptospirosis Serang Korban Banjir

Bandung, Obsessionnews - Korban banjir harus mewaspadai penyakit leptospirosis yang menyebabkan peradangan hati dan kerusakan ginjal serta selaput otak. Demikian disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Bandung dr Soesatyo, Selasa (1/3/2016). "Leptospira itu disebabkan liptospera yang ditimbulkan dari kencing atau darah tikus atau juga binatang lainnya, meskipun tidak semua tikus mengandung liptospera, namun kita tidak ingin spekulasi, sehingga perlu kewaspadaan dengan menjaga kesehatan lingkungan, " ujarnya. Untuk terjangkit bakteri ini, sebenarnya tidak harus karena banjir tapi juga lingkungan yang tidak sehat, kotor, lembab dan bau yang tidak sedap. Leptospirosis menurut Ssoesatyo, juga dikenal sebagai demam lumpur, demam rawa, dan penyakit penggembala babi. Bakteri penyebab infeksi keluar melalui urin pada hewan yang terinfeksi, yang kemudian akan bercampur dengan tanah dan sumber air terdekat. Menurutnya, bakteri akan masuk dalam tubuh manusia saat air, tanah, ataupun makanan yang terkontaminasi kontak dengan kulit yang luka, mata, maupun membran mukosa. Pada banyak orang, jelas dia, leptospirosis tetap tidak menimbulkan gejala (asimptomatik) meskipun orang tersebut telah terinfeksi. Bila pun ada gejala yang nampak, ujar Soesatyo biasanya gejala tersebut tidak jelas dan mirip dengan gejala penyakit lain. Leptospirosis termasuk penyakit sistemik yang mempengaruhi tubuh secara keseluruhan. Masa inkubasi leptospirosis adalah 2 hari sampai 4 minggu setelah terinfeksi. Seperti kasus infeksi lain, salah satu gejala yang paling menonjol dari leptospirosis adalah munculnya demam dan naiknya suhu tubuh. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh mencoba melawan bakteri. infeksi bakteri terbagi dalam dua fase, dengan fase kedua lebih parah dari fase sebelumnya. Kedua fase dipisahkan oleh periode beberapa hari, dimana pasien merasa lebih baik. Beberapa gejala leptospirosis yang biasa nampak pada fase pertama (fase akut) diantaranya yaitu: -> Sakit kepala parah -> Nyeri otot -> Menggigil -> Batuk -> Sakit tenggorokan -> kulit kekuningan (jaundice) -> Mata kekuningan -> Mata berair -> Mata kemerahan -> Nyeri pada mata -> Ruam kulit -> Sakit perut -> Diare -> Muntah -> Sensitif terhadap cahaya Gejala-gejala tersebut, timpalnya cukup umum sehingga membuat bingung dan sering dikira sebagai gejala dari penyakit lain. Identifikasi gejala leptospirosis pada fase awal sangat penting untuk menghindari komplikasi kesehatan yang parah, sehingga apabila dibiarkan tidak diobati dalam waktu yang lama, maka fase akut akan berlanjut ke fase kedua. Gejala fase kedua dari leptospirosis meliputi kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput otak), komplikasi pernapasan, dan gagal hati. "Gejala-gejala fase kedua bisa mengancam jiwa, jadi seseorang yang menderita leptospirosis harus segera mendapatkan perawatan dokter," pungkasnya. (Dudy Supriyadi)





























