Menperin Bantah Industri Otomotif 'Kabur' dari RI

Menperin Bantah Industri Otomotif 'Kabur' dari RI
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin membantah jika dikatakan industri otomotif 'kabur' dari Indonesia. Beberapa industri global berkomitmen menambah investasi dan ekspansi. "Untuk tahun ini, misalnya Toyota akan menanam modal Rp 5,4 triliun, Mitsubishi Rp 6 triliun dan SGMW-Wuling asal China tengah membangun pabrik senilai Rp 11 triliun," ujar Saleh saat membuka Rapat Umum Anggota (RUA) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) XVIII di Jakarta, Selasa (23/2/2016), seperti dilansir laman kemenperin.go.id. Baca juga:FOTO Cewek SPG Warnai Gaikindo 2015Wapres JK Berharap Pameran Gaikindo Beri Makna Gaikindo Optimis 1,25 Juta Mobil Terjual Tahun Ini GIIAS Jual 21.658 Mobil Dalam acara ini, juga bakal digelar pemilihan Ketua Umum yang akan memimpin Gaikindo pada periode 2016 – 2019. Saleh menyebut Gaikindomitra strategis pemerintah, lantaran memberikan masukan-masukan konstruktif dalam merumuskan kebijakan serta program pengembangan industri otomotif Tanah Air. Pemerintah selalu mendorong agar Indonesia menjadi basis industri otomotif berorientasi ekspor, selain sebagai pasar domestik bagi pabrikan kendaraan bermotor. Saleh merinci beberapa masukan bagi Ketua Umum dan pengurus baru yang nanti akan terpilih. Pertama, tantangan pengembangan industri otomotif ke depan akan semakin berat, sebagai dampak dari persaingan globalisasi yang semakin ketat dan tidak lagi mengenal batas-batas wilayah. "Maka peran Asosiasi ke depan akan semakin penting dalam memberikan masukan kepada Pemerintah dalam rangka perumusan kebijakan-kebijakan serta program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha industri otomotif sehingga industri ini dapat semakin berkembang mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," ulasnya. Kedua, dalam menghadapi dan mengantisipasi ketatnya persaingan global tersebut, maka peningkatan daya saing melalui penguatan industri komponen dan industri pendukung, penguasaan tenologi, dan peningkatan sumber daya manusia. Hal itu, tegasnya, merupakan kata kunci dan untuk itu mutlak dilakukan serta mendapatkan perhatian serius baik oleh Pemerintah maupun pengusaha itu sendiri. Ketiga, pengembangan ekspor harus terus dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif di dunia. Beberapa negara tujuan ekspor otomotif Indonesia saat ini seperti Timur Tengah, telah menerapkan standar konsumsi bahan bakar serta standar kualitas dan keamanan produk yang semakin ketat. Untuk dapat mempertahankan bahkan mengembangkan pangsa pasar di negara tujuan ekspor tersebut, maka Indonesia harus dapat memproduksi mobil global yaitu mobil hemat energi dan ramah lingkungan (energy efficient and environment friendly vehicles), yang memenuhi standar kualitas, keselamatan dan keamanan yang tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar. Keempat, selain tantangan tersebut diatas, di kawasan ASEAN saat ini kita telah memasuki babak baru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dimana pergerakan barang dan jasa maupun tenaga kerja sudah semakin bebas sehingga akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan. Hal tersebut harus disikapi dan diantisipasi bersama-sama oleh Pemerintah maupun pelaku usaha agar industri dalam negeri tidak tergerus oleh masuknya barang-barang impor secara bebas tersebut. "Pemerintah mengharapkan Gaikindo untuk bersama-sama dengan Pemerintah merapatkan barisan memperkuat kemampuan industri dalam negeri melalui pengarusutamaan penggunaan dan pemberdayaan industri komponen dalam negeri, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta secara bertahap melakukan kegiatan R&D dalam negeri," kata Menteri Saleh. Pemerintah Indonesia juga, katanya, akan tetap menjaga iklim usaha yang kondusif dan senantiasa memberikan dukungan yang diperlukan, agar para pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya dengan baik di Indonesia. Ketua Umum Gaikindo periode 2013-2016 Sudirman MR mengatakan kapasitas produksi kendaraan bermotor mencapai 2 juta unit. Dia optimistis pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dapat mendongkrak penjualan. "Yang mendapat dampak positif pertama adalah kendaraan komersial, lalu yang kedua kendaraan penumpang," pungkasnya. (rez)