Menpora Apresiasi Film Dokumenter Karya PSM Unpad

Menpora Apresiasi Film Dokumenter Karya PSM Unpad
Bandung,  Obsessionnews - Setelah diputar Jumat malam lalu dihadiri Menpora Imam Nachrawi,  sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Paduan Suara Mahasiswa, mereka merasa bangga dapat menjadi bintang film. Betapa tidak mereka telah membuat film dokumenter musikal bertajuk 'Indonesia Kirana' yaitu program keikutsertaan mereka pada beberapa festival paduan suara tingkat dunia dalam medio 2014- hingga 2015. Selain itu ditonton pula Kepala Staf Khusus Rektor Prof Ramdan Panigoro serta Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unpad Dr Ir Heryawan Kemal Mustafa MSc. Film berdurasi sekitar 86 menit ini bercerita tentang proses perjalanan PSM Unpad saat mengikuti kompetisi paduan suara di Slovenia dan Hungaria, April 2015. Bekerja sama dengan rumah produksi Embara Films, “Indonesia Kirana” bukan sekadar film dokumentasi biasa, melainkan ada nilai terselip yang dihadirkan PSM Unpad. Menurut Ketua Umum Program “Indonesia Kirana” Dzulfiqar Abduljabbar, Senin (15/2/2016) setiap konser yang diikuti di luar negeri, selalu ada nilai yang sayang sekali kalau selesai begitu saja. "Ada suatu pesan yang harusnya bisa disampaikan ke orang-orang,” ujarnya. Ia menjelaskan program “Indonesia Kirana” ini memang penuh dengan perjuangan dan nilai kehidupan. Tampil dengan baik pada ajang bergengsi di Eropa memang bukan perkara mudah. Meski kompetisi ini akan menghasilkan menang atau kalah, Dzul mengaku nilai dari proses keikutsertaan PSM Unpad dalam ajang tersebut jauh lebih baik. Film merupakan media efektif yang dipilih Dzul dan kawan-kawan untuk merepresentasikan nilai tersebut. Gayung bersambut, setelah berdiskusi dengan Embara Films, film “Indonesia Kirana” akhirnya dapat diwujudkan. Menurutnya ini sebuah film misionary, film yang membawa sebuah pesan tertentu. Kita tidak membuat-buat, benar-benar apa adanya. Setiap orang yang diwawancara pada film tersebut berbicara apa adanya. Dzul menambahkan film ini diproduseri oleh Galih Mulya Nugraha dari Embara Film dengan pemeran para anggota PSM Unpad dari angkatan 1990-an hingga 2014. Dengan arahan apik sutradara Febian Sakti Nugraha, setiap pemain “Indonesia Kirana” bebas mengungkapkan isi hatinya. Dzul mengungkapkan, setiap ungkapan para pemeran memiliki benang merah pesan yang bisa ditangkap oleh penonton. Ia berharap nilai yang didapat dari program “Indonesia Kirana” ini dapat terus bertahan hingga tahun berikutnya. “Perjuangan itu bukan sekadar berkata-kata, tetapi ada proses yang bisa menghasilkan value. Itu yang kita tampilkan dari film tersebut,” kata Dzul. Ke depan, film “Indonesia Kirana” direncanakan untuk ditayangkan di beberapa bioskop di beberapa kota di Pulau Jawa. Ia mengharapkan dukungan penuh dari Unpad maupun Kemenpora dalam menyebarluaskan film tersebut, bahkan Menpora juga sangat mengapresiasi hal tersebut.  (Dudy Supriyadi)