Warga Konghucu Berharap Walikota Bandung Hadiri Imlek

Bandung, Obsessionnews - Sejak Minggu pagi (26/2/2016), persiapan perayaan Imlek sudah dilakukan. Sejumlah Vihara di jalan Kelenteng Bandung sudah bersiap menghadapi puncak perayaan Imlek 2567 yang jatuh pada 8 Februari 2016. Salah satunya Vihara Dharma Ramsi yang berada di jalan Kelenteng Bandung, Jawa Barat. Menurut salah seorang pengelola Subuana persiapan Imlek tahun ini lebih istimewa dan persiapan sudah dilakukan seperti memandikan patung budha, membersihkan kelenteng dan puncak acara dengan penyalaan lilin secara serentak pada pukul 23.00 Wib. "Kami menginginkan kehadiran pak Walikota Bandung pada acara puncak tersebut, sehingga kami sediakan lilin untuk dinyalakan oleh beliau, sehingga lilin itu dibawahnya diberi nama Ridwan Kamil untuk beliau nyalakan nanti malam, datang atau tidaknya kami akan tetap menyiapkan lilin tersebut, tandasnya. Subuana juga mengungkapkan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada perayaan Imlek tahun kemarin datang bahkan sempat menggotong jampana dan memberikan sambutan di halaman Vihara Dharma Ramsi. Sementara itu sejumlah makanan yang biasa dianggap memberikan keberuntungan dan menambah umur panjang sudah disiapkan sejumlah penganut Khonghucu ini di berbagai daerah termasuk di keluarga mereka di Bandung, dalam laman tionghoa. Info disebutkan 5 makanan yang dapat membawa keberuntungan itu, yakni : 1. Ikan Ikan dipercaya sebagai simbol untuk memulai tahun yang baru dengan banyak keberuntungan dan menghindari hal-hal yang buruk. Hal ini berasal dari keadaan geografis Tiongkok tengah zaman dulu (pernah menjadi pusat/ibukota dari dinasti-dinasti yang berkuasa;yakni Xian, Luoyang dan Chang’an) dimana populasi ikan cukup langka, sehingga harganya mahal dan hanya bisa dibeli/disantap oleh orang-orang kaya. Ikan yang disajikan pada perayaan Imlek haruslah ikan yang utuh dari kepala hingga buntutnya. 2. Kue Keranjang Menjelang Imlek, biasanya ada beragam kue atau penganan khas yang wajib disajikan;salah satunya adalah Kue Keranjang atau biasa disebut Nian Gao (年糕). Di beberapa daerah di Indonesia, kue keranjang juga sering disebut dodol cina. Disebut Kue keranjang karena mendapat nama dari bentuk wadah cetakannya yang berbentuk keranjang. Kue keranjang sendiri terbuat dari tepung ketan dan gula merah yang dicampur air, setelah itu diaduk hingga kental lalu dicetak dan dikukus. Nian Gao sendiri terdiri dari dua kata, yakni kata ‘Nian‘ yang berarti tahun dan ‘Gao‘ berarti kue. Kata ‘Gao‘ bisa berarti ‘tinggi’ jika diucapkan dengan nada intonasi yang berbeda. Oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat, makin ke atas makin mengecil, sehingga memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran, sebagai simbol kehidupan yang manis, kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Selain itu, kue keranjang sendiri mempunyai makna perekat ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan pertemanan. 3. Jeruk Dalam karakter bahasa Mandarin (橙;pinyin : Chéng), jeruk sering disamakan dengan emas (金;pinyin : jīn). Karena itu, jeruk biasanya dihidangkan selama malam Imlek. Namun jumlah jeruk yang disajikan tidak pernah berjumlah empat (四;pinyin : Sì) atau kelipatan dari empat. Angka ini dianggap sebagai angka sial yang berarti kematian (死;pinyin : sǐ) karena memiliki intonasi yang hampir sama dalam bahasa Mandarin. 4. Mie Penganan mie terbuat adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih. Berbagai bentuk/variasi dari mie dapat ditemukan di berbagai tempat karena campuran bahan, jenis tepung sebagai bahan baku utama, serta teknik pengolahan yang berbeda-beda. Kehadiran menu mie pada setiap momen Imlek dipercaya sebagai simbol umur panjang. 5. The Tray of Togetherness The Tray of Togetherness atau disebut juga candy box (kotak permen) pada saat acara tahun baru Imlek adalah sebuah kebiasaan untuk menawarkan tamu yang datang dengan berbagai macam suguhan dari ‘Baki Kebersamaan‘, yakni sebuah nampan yang berbentuk lingkaran atau persegi delapan yang diisi dengan berbagai macam makanan simbolik sebagai penanda awal yang manis untuk permulaan tahun baru. Untuk nampan atau kotak yang mahal biasanya terbuat dari kayu jati, sedangkan ‘versi murahnya’ terbuat dari plastik. Baki atau kotak nampan ini merupakan kudapan atau camilan yang umumnya berjumlah lima sampai sembilan, berisi aneka permen berbentuk buah-buahan, seperti jeruk, melon, kelengkeng, kelapa, kuaci, teratai, dan lain sebagainya yang biasanya diberikan sebagai hadiah hantaran Imlek untuk saudara. Isi dalam baki ini memiliki makna kemakmuran, kebersamaan, keberuntungan dan kebahagiaan. (Dudy Supriyadi)





























