Menkop Apresiasi BRI yang Mampu Salurkan KUR di NTB dengan Cepat

Menkop Apresiasi BRI yang Mampu Salurkan KUR di NTB dengan Cepat
Mataram, Obsessionnews - Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengapresiasi kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank BRI, khususnya di wilayah Mataram dan NTB. Hingga awal bulan ini, penyerapan KUR di wilayah tersebut sudah mencapai 20 persen dari target Rp 1,1 triliun. "Jadi, sudah terbukti dari program akselerasi percepatan KUR 2016 ini," ujar Puspayoga di acara akselerasi percepatan KUR 2016 di kantor unit Bank BRI Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/2/2016). Dengan kinerja yang baik itu, Menkop meyakini dalam hitungan bulan ke depan, target KUR di NTB bisa tercapai. Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 6,2 persen diiringi dengan menurunnya tingkat kesenjangan pendapatan di masyarakat, dari Gini Ratio 0,36 menjadi 0,29 di akhir 2015 lalu. "Itu semua tidak bisa lepas dari peranan Bank BRI dan keberadaan pengusaha ‎mikro dan kecil. Karena, dengan bunga KUR 9 persen diharapkan terjadi pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia," papar Puspayoga. Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman Setyo mengatakan, bila target penyaluran KUR Bank BRI bisa cepat tercapai, maka kuotanya bisa ditambah. BRI menargetkan sepanjang 2016 dapat menyalurkan KUR sebesar Rp 67,5 triliun. Angka tersebut tiga kali lebih tinggi dari target tahun lalu. "Bisa saja bila target tercapai, maka Komite Kebijakan dalam evaluasi tiga bulanan bisa merevisi target Bank BRI dalam penyaluran KUR. Merevisi dalam arti menambah jumlah KUR yang bisa disalurkan Bank BRI," kata Braman. Sementara itu, Pimpinan Bank BRI Cabang Kota Mataram M Taufik Anwar mengungkapkan bahwa pihaknya meyakini target penyaluran KUR di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat sebesar Rp300 miliar‎ akan terealisasi pada Juli 2016. "Hitungannya, hingga 30 Januari 2016 saja sudah tersalur lebih dari Rp100 miliar dengan jumlah debitur 5000 pedagang. Artinya, dalam sebulan penyaluran KUR di atas rata-rata, yaitu sebesar 20 persen," ucap Taufik. ‎Taufik menjelaskan, pencapaian hasil tersebut karena Bank BRI menambah tenaga marketing penyalur KUR dari 29 orang menjadi 115 orang. Selain itu, Bank BRI juga melayani KUR di Sabtu dan Minggu lewat program 'Gerebeg Pasar'. "Di Pasar Roek saja ada tercatat resmi pedagang pasar sebanyak 1060 pedagang, dan 414 diantaranya merupakan nasabah KUR Bank BRI," tambahnya. Tak hanya itu, kata Taufik, Bank BRI juga mengembangkan tenaga marketing dalam BRILink yang salah satu tugasnya adalah menyalurkan KUR di wilayahnya. "Jadi, bukan tanpa alasan bila kami yakin target penyaluran‎ KUR bisa tercapai pada Juli 2016," tandas Taufik. (Has)