Usulan Lafran Pane Pahlawan Menguat di Milad HMI

Usulan Lafran Pane Pahlawan Menguat di Milad HMI
Jakarta, Obsessionnews - Dalam rangka merayakan Milad ke-69 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 Februari 2016, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Tarakan berencana menggelar seminar nasional, untuk mengusulkan Pendiri HMI Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional Koordinator Presidium terpilih KAHMI Tarakan, Khairul mengatakan, Lafran Pane pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional. Sebab, ia adalah tokoh asal Padang Sidempuan yang berhasil mengibarkan semangat kebangsaan di Yogyakarta sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia. “Dilihat dari langkah-langkah yang dilakukan Lafran Pane pada masa itu, dan tujuan HMI tahun 1947, maka ia pantas jadi pahlawan nasional," katanya di Tarakan, Jumat (‎5/2/2016). [caption id="attachment_95798" align="aligncenter" width="640"]Penandatangan syarat-syarat Lafran Pane sebagai pahlawan nasional oleh Mahfud MD. Penandatanganan syarat-syarat Lafran Pane sebagai pahlawan nasional oleh Mahfud MD.[/caption] Acara seminar dengan tema "Rekam Jejak Lafran Pane dalam Bingkai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia” rencananya akan digelar di Swiss-Belhotel, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Minggu, 7 Februari 2016, pukul 09.00 (WITA). “Seminar ini bagian dari acara milad HMI dan merupakan acara inti dalam pelantikan Kahmi Tarakan periode 2016-2021," ungkap Sukardy A Hamzah, Ketua Panitia Kegiatan Pelantikan dan Seminar Lafran Pane. Hadir sebagai narasumber, Sofian Raga (Walikota Tarakan) Khairul (Ketua Harian/Koordinator MD KAHMI Terpilih periode 2016-2021, Viva Yoga Mauladi (MN KAHMI Nasional-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), Hariqo Wibawa Satria (Penulis Buku Lafran Pane dan Direktur Eksekutif Komunikonten), dan Ahmad Fauzi Hasyim (Mantan Ketua Umum Badko HMI Jatim) Seminar ini diadakan setelah pelantikan KAHMI Tarakan periode 2016-2021. Mereka yang akan dilantik antara lain, koordinator presidium dr H Khairul MKes, anggota presidium diantaranya Nanang Aini SAg, Winarno MPd, Nur Ashikin SH MH dan Kamal SH MPd. [caption id="attachment_95799" align="aligncenter" width="427"]Lafran Pane ketika wafat. Lafran Pane ketika wafat.[/caption] Acara akan dimeriahkan berbagai tari-tarian daerah, paduan suara, penyerahan buku Lafran Pane karya Hariqo Wibawa Satria kepada KAHMI Tarakan, sambutan-sambutan, seminar kebangsaan tentang Lafran Pane, dll. “Narasumber hingga saat ini dipastikan hadir semua, persiapan terus dimatangkan, peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 350 orang," jelas Sukardy A Hamzah KAHMI merupakan wadah berhimpunnya para alumni HMI, KAHMI berdiri tahun 1966. Awalnya KAHMI muncul di daerah-daerah sebagai ajang silaturrahmi antar alumni HMI, kemudian berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas). Hingga sekarang ini hampir di seluruh kota/kabupaten di Indonesia ada KAHMI. Sementara itu secara terpisah, pengurus KAHMI Nasional yang diketuai Mahfud MD melakukan penandatanganan berkas Persyaratan Administrasi Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional di Kampus UII  untuk diserahkan Wali kota Yogyakarta Jumat (5/2)  Selanjutnya pengusulan dari kota Jogja secara berjenjang hingga Tingkat Pusat. (Albar) ‎