IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 4580 Hingga 4680

IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 4580 Hingga 4680
Jakarta, Obsessionnews - Setelah bergerak fluktuatif dan sempat melemah 34 poin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu berhasil tutup menguat terbatas 12,334 poin di 4615,163 poin. Ini, merupakan penutupan IHSG tertinggi sejak perdagangan 4 November 2015 lalu. Selama sepekan terakhir, IHSG menguat 3,5% setelah tiga pekan sebelumnya mengalami koreksi. Sepanjang Januari sendiri, IHSG menguat tipis 0,5%. Nilai transaksi di Pasar Reguler pada akhir pekan lalu melonjak hingga Rp 6,7 triliun dibandingkan rata-rata harian Januari 2016 yang hanya Rp 3,9 triliun. Pembelian bersih asing melonjak akhir pekan lalu hingga Rp 1,4 triliun, setelah tiga pekan sebelumnya cenderung mencatatkan penjualan bersih. Sentimen positif terutama terimbas sentimen kawasan Asia setelah bank sentral Jepang (BoJ) secara mengejutkan menerapkan kebijakan suku bunga negatif dengan menurunkan tingkat bunga acuannya menjadi minus 0,1%. Sebelumnya, pasar bereaksi positif atas langkah The Fed menahan tingkat bunganya dan komitmen ECB memperbesar nilai anggaran program stimulus dari jumah 1,6 triliun dolar AS saat ini pada pertemuan Maret mendatang. Kenaikan kembali harga minyak mentah juga turut mengangkat sentimen pasar. Dari domestik, sentimen positif digerakkan dengan ekspektasi berlanjutnya kebijakan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (BI) dan perkembangan situasi politik yang lebih kondusif setelah Golkar partai kedua terbesar di parlemen, menyatakan dukungan kepada pemerintah. Sementara Wall Street akhir pekan lalu melanjutkan tren penguatannya, indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,5% akhir pekan lalu tutup di 16466,30 dan 1940,24. Sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,3% dan 1,7%. Penguatan indeks saham Wall Street akhir pekan lalu dipicu respon positif pelanjutan kebijakan stimulus oleh BoJ dengan menerapkan tingkat bunga negatif, data manufaktur AS yang lebih baik dari perkiraan, laporan laba emiten 4Q15 dan stabilitas harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah akhir pekan lalu menguat 1,2% di 33,74 dolar AS perbarel. Selama sepekan terakhir harga minyak mentah di AS menguat 4,8%. Penguatan harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif atas pergerakan saham energi dan pertambangan logam. Dengan kondisi tersebut, pada perdagangan awal pekan ini, penguatan IHSG diperkirakan akan berlanjut menyusul rendahnya resiko pasar saham global dan kawasan merespon kebijakan pelonggaran moneter sejumlah bank sentral utama dunia. Dalam analisanya, pengamat pasar modal David Setyanto menyatakan, pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan bakal bergerak dalam rentang lebar di 4580 hingga 4680 di teritori positif. S1 4580 S2 4550 R1 4650 R2 4680 Berikut saham pilihan yang direkomendasikan pada perdagangan Senin (1/2) antara lain, ASII 6300-6600 TB, SL 6200 UNTR 17000-18200 Buy, SL 16700 ADHI 2480-2620 SoS, SL 2400 JSMR 5700-6000 Buy, SL 5500 SMGR 10900-11400 TB, SL 10600 PWON 440-460 Buy, SL 430 BDMN 3600-4400 TB, SL 3500 INDF 6100-6400 TB, SL 5900 ITMG 4750-5100 TB, SL 4700 TBIG 6200-6600 Buy, SL 5900. (Mahbub Junaidi)