Indonesia-Korsel Perkuat Kerjasama UKM

Indonesia-Korsel Perkuat Kerjasama UKM
Jakarta, Obsessionnews - Kementerian Koperasi dan UKM meningkatkan kerja sama dengan Busan Indonesia Center (BIC) di Korea Selatan untuk mempromosikan produk unggulan UKM. Kerja sama yang dijalin mengutamakan prinsip saling menguntungkan. "Indonesia ini mempunyai UKM 57,9 juta unit, nah 98 persen lebih itu adalah usaha mikro dan kecil yang omsetnya dibawah Rp 300 juta," kata Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram saat bertemu dengan Chairman, Busan Indonesia Center (BIC) Prof Dr Kim, Soo-II di Jakarta, Rabu (27/1/2016). Selain Agus dan Prof Kim, pertemuan juga dihadiri sejumlah pejabat eselon I Kemenkop UKM yakni Deputi bidang Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta, Deputi bidang Pengawasan Meliadi Sembiring, Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi serta belasan investor dari Korsel. Agus Muharram mengatakan Korsel sudah lama menjadi sahabat Indonesia dalam hal mengembangkan UKM. Misalnya kerja sama Kemenkop UKM dengan Kotra (Korea Trade Investment Promotion Agency) Korea dalam hal pengembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan program one village one produk (OVOP) melalui koperasi. "Untuk itu pemerintah Korsel bukan hanya investasi di Indonesia tapi juga mentransfer teknologinya dan saling mendukung dan saya rasa ini sudah berjalan dengan baik," kata Agus. Agus melanjutkan kerja sama bidang promosi UKM bisa dikembangkan di Busan Indonesia Center (BIC) di Korea. Indonesia membuka peluang terlibat dalam pameran di sana agar produk-produk UKM Indonesia dikenal luas oleh masyarakat negeri ginseng itu. Disamping itu Agus mengajak investor Korsel untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia, ia menjamin stabilitas ekonomi tetap terjaga bahkan bisa mencapai pertumbuhan hingga 5 persen. Walaupun Indonesia baru saja menyelenggaraka Pilkada Serentak hal itu tidak pula berdampak pada sektor perbankan nasional. "Artinya teman-teman Korea tidak perlu khawatir investasi di Indonesia," imbuh dia. Prof Kim menyadari peran Kemenkop dalam membina pelaku UKM sangatlah penting. Tanpa adanya dukungan yang kuat dari pemerintah setempat UKM sulit bersaing di pasar luar negeri. Untuk itu, meminta Kemenkop UKM mengembangkan strategi dan mengisi kelemahan-kelemahan UKM supaya sektor ini juga bisa naik kelas. "Karena saya lihat bukan hanya Indonesia, Korea juga biasanya UKm ini lemah dari segi marketing pasar luar negeri, mereka kurang tenaga yang spesialis yang menguasai bahasa asing," pungkas Prof Kim. Sebagai penutup pertemuan itu, Deputi bidang Pengawasan Meliadi Sembiring berpesan supaya BIC pimpinan Prof Kim bisa menjalin kerja sama promosi UKM dengan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM). "Ini harus ada komitmen tentang itu, oleh karena itu kita ke sana nanti, tutup Meliadi. (Has)