1.271 Eks Gafatar Ketapang Dipulangkan

Ketapang, Obsessionnews - Sebanyak 1.271 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) dipulangkan ke asalnya. Keberangkatan menggunakan Kapal Dharma Ferry 2, dari pelabuhan Sukaharja menuju pelabuhan Tanjungmas Semarang Jawa Tengah, pada Selasa (26/1/2016) pukul 09.00 Wib. Sebelum keberangkatan, terjadi selisih jumlah penumpang eks Gafatar dari hasil pencocokan jumlah money fast. “Jumlah data pencocokan sebanyak 1.284 jiwa, berdasarkan jumlah tiket kapal jumlahnya hanya 1.271 jiwa. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ada enam orang yang sudah dilakukan pemulangan dengan menggunakan pesawat. Sementara tujuh lainnya masih akan dicek ulang,” ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto . Kapolres mengakui terjadi perbedaan jumlah. Tapi, pihaknya masih melakukan pengecekan ulang apakah masih ada eks anggota Gafatar di Ketapang atau justru keluar dari Ketapang tanpa sepengetahuan pihaknya. Menurutnya, eks Gafatar yang dipulangkan mencapai 1.271 jiwa. Terdiri dari 879 dewasa, 316 anak-anak dan 86 balita. Namun, untuk berapa rincian laki-laki dan perempuan, pihaknya masih belum mendapatkan data pasti. Pihak-pihak terkait masih akan menyusun ulang berdasarkan jenis kelamin dan usia.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang Kalbar H Muhammad Mansyur Msi, mengakui pada saat pemulangan eks Gafatar menggunakan kapal, terjadi kelebihan penumpang. Hal ini dilakukan mengingat berkaitan dengan permasalahan kemanusiaan. “Memang benar ini melebihi jumlah kapasitas, namun karena ini dalam operasi kemanusiaan dan bisa dikatakan status kejadian luar biasa, maka hal-hal seperti ini bisa atau dimungkinkan tetap berangkat,” paparnya. Selain itu, lanjutnya, keberangkatan kapal yang over penumpang tersebut juga merupakan hasil kesepakatan semua pihak. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka semuanya ikut bertanggung jawab. “Kami juga minta izin kepada Sahbandar. Karena wewenang untuk diberangkatkan atau tidak itu ada pada Sahbandar. Kita harapkan mudah-mudahan hal-hal yang tidak diinginkan jangan sampai terjadi selama dalam perjalanan,” ujarnya. Saat dikonfirmasi, operator kapal, Abdulbad, membenarkan jumlah penumpang memang melebihi jumlah. Untuk biasanya, kapal yang berkapasitas 2000 ton ini hanya menampung 548 jiwa. Namun, dalam jumlah tonase, muatan kapal tidak melebihi 2000 ton. “Berdasarkan persyaratan keselamatan di kapal, seperti baju pelampung, skoci, peralatan medis itu berkapasitas sekitar 1400 jiwa. Sementara penumpangnya hanya 1271 jiwa ditambah tim pendamping dan media 27 orang dan anak buah kapal. Jadi, masih bisa memenuhi persyaratan untuk tetap berlayar,” jelasnya. Seluruh penumpang kapal, kata dia, juga dicover asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada dalam pelayaran. Pelayaran tersebut juga sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan. “Kapal juga tidak mengangkut kendaraan, hanya khusus mengangkut penumpang dan barang bawaan penumpang yang hanya mencapai sekitar 67 ton,” terangnya. Dijadwalkan, Kapal Dharma Ferry 2 akan sandar di Pelabuhan Tanjungmas Semarang pada Rabu (27/1/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk melancarkan evakuasi tersebut, ia juga membebaskan aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan alternatif tersebut selama empat hari. Ini sebagai bentuk upaya maksimal dalam proses evakuasi eks Gafatar.
Masih 994 Eks Gafatar Belum Dipulangkan Total jumlah pengungsi warga eks Gafatar di Kalbar yang tercatat di data berdasarkan update data media centre Kodam XII/ Tanjungpura pada Selasa (26/1/2016) pukul 13.00 WIB, sebanyak 5.579 orang. Dari data tersebut, yang masih tersisa sebanyak 994 orang warga eks Gafatar yang belum dipulangkan ke daerah asal. Dari 994 pengungsi eks Gafatar yang belum dipulangkan, 21 orang masih dalam perjalanan menuju Bekangdam, hanya 973 orang, saat ini yang telah berada di penampungan sementara pengungsi di Bekangdam XII/ Tanjungpura. Pantauan obsessionnews, hari ini (26/1), para pengungsi eks Gafatar yang dievakuasi di Pontianak selama ini, berasal dari 10 kabupaten di Kalbar yakni berasal dari Kabupaten Sintang sejumlah 28 orang, Kabupaten Melawi sebanyak 418 orang, Kabupaten Landak 9 orang, Kabupaten Kayong Utara sebanyak 504 orang, Kabupaten Sambas sejumlah 3 orang dan Kabupaten Kubu Raya sejumlah 11 orang. Sementara yang berasal dari empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang telah dilakukan pemulangan. Media centre Kodam XII/ Tanjungpura mencatat, sejumlah 4.585 orang telah dipulangkan dalam enam hari, termasuk pemulangan yang dilakukan di Kabupaten Ketapang melalui pelabuhan Sukaharja menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. (Saufie)
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang Kalbar H Muhammad Mansyur Msi, mengakui pada saat pemulangan eks Gafatar menggunakan kapal, terjadi kelebihan penumpang. Hal ini dilakukan mengingat berkaitan dengan permasalahan kemanusiaan. “Memang benar ini melebihi jumlah kapasitas, namun karena ini dalam operasi kemanusiaan dan bisa dikatakan status kejadian luar biasa, maka hal-hal seperti ini bisa atau dimungkinkan tetap berangkat,” paparnya. Selain itu, lanjutnya, keberangkatan kapal yang over penumpang tersebut juga merupakan hasil kesepakatan semua pihak. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka semuanya ikut bertanggung jawab. “Kami juga minta izin kepada Sahbandar. Karena wewenang untuk diberangkatkan atau tidak itu ada pada Sahbandar. Kita harapkan mudah-mudahan hal-hal yang tidak diinginkan jangan sampai terjadi selama dalam perjalanan,” ujarnya. Saat dikonfirmasi, operator kapal, Abdulbad, membenarkan jumlah penumpang memang melebihi jumlah. Untuk biasanya, kapal yang berkapasitas 2000 ton ini hanya menampung 548 jiwa. Namun, dalam jumlah tonase, muatan kapal tidak melebihi 2000 ton. “Berdasarkan persyaratan keselamatan di kapal, seperti baju pelampung, skoci, peralatan medis itu berkapasitas sekitar 1400 jiwa. Sementara penumpangnya hanya 1271 jiwa ditambah tim pendamping dan media 27 orang dan anak buah kapal. Jadi, masih bisa memenuhi persyaratan untuk tetap berlayar,” jelasnya. Seluruh penumpang kapal, kata dia, juga dicover asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada dalam pelayaran. Pelayaran tersebut juga sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan. “Kapal juga tidak mengangkut kendaraan, hanya khusus mengangkut penumpang dan barang bawaan penumpang yang hanya mencapai sekitar 67 ton,” terangnya. Dijadwalkan, Kapal Dharma Ferry 2 akan sandar di Pelabuhan Tanjungmas Semarang pada Rabu (27/1/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk melancarkan evakuasi tersebut, ia juga membebaskan aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan alternatif tersebut selama empat hari. Ini sebagai bentuk upaya maksimal dalam proses evakuasi eks Gafatar.
Masih 994 Eks Gafatar Belum Dipulangkan Total jumlah pengungsi warga eks Gafatar di Kalbar yang tercatat di data berdasarkan update data media centre Kodam XII/ Tanjungpura pada Selasa (26/1/2016) pukul 13.00 WIB, sebanyak 5.579 orang. Dari data tersebut, yang masih tersisa sebanyak 994 orang warga eks Gafatar yang belum dipulangkan ke daerah asal. Dari 994 pengungsi eks Gafatar yang belum dipulangkan, 21 orang masih dalam perjalanan menuju Bekangdam, hanya 973 orang, saat ini yang telah berada di penampungan sementara pengungsi di Bekangdam XII/ Tanjungpura. Pantauan obsessionnews, hari ini (26/1), para pengungsi eks Gafatar yang dievakuasi di Pontianak selama ini, berasal dari 10 kabupaten di Kalbar yakni berasal dari Kabupaten Sintang sejumlah 28 orang, Kabupaten Melawi sebanyak 418 orang, Kabupaten Landak 9 orang, Kabupaten Kayong Utara sebanyak 504 orang, Kabupaten Sambas sejumlah 3 orang dan Kabupaten Kubu Raya sejumlah 11 orang. Sementara yang berasal dari empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang telah dilakukan pemulangan. Media centre Kodam XII/ Tanjungpura mencatat, sejumlah 4.585 orang telah dipulangkan dalam enam hari, termasuk pemulangan yang dilakukan di Kabupaten Ketapang melalui pelabuhan Sukaharja menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. (Saufie)




























